Perhutani Turun ke Hargowinangun untuk Pengungsi Merapi

Pada hari sabtu 30 Oktober 2010, Direksi Perhutani yg diwakili oleh Direktur Industri Pemasaran Dr. Ahmad Fachroji bersama dengan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, akhirnya sampai di Posko pengungsian korban letussn merapi Hargowinangun setelah mengunjungi kantor Balai Taman Nasional di Kaliurang dan melihat kondisi kerusakan taman nasional. Dari informasi yg ada, para petugas dari kehutanan maupun Perhutani tidak ada korban yg jatuh dalam musibah ini. Perhutani melalui Perhutani Peduli Korban Bencana Gunung Merapi telah membangun dua pos bantuan di wilayah KPH telawa dan KPH Kedu Utara, dua wilayah hutan yg berbatasan dengan lereng merapi.

Perhutani secara korporasi memberikan bantuan dana tunai sebesar Rp 100.000.000,- (Seratus juta rupiah) di lokasi pengungsian Hargowinangun dan diserahkan langsung oleh Zulkifli Hasan dan diterima langsung okeh Camat Pakem mewakili warganya. Selain itu pengungsi juga menerima sumbangan sosial dari Kementerian Kehutanan. Sebagai bentuk solidaritas sosial, menurut Corporate Secretary & Legal Head Perhutani, Hari Priyanto, para karyawan perhutani dan koperasi karyawan tengah mengumpulkan bantuan yang pada saatnya akan disampaikan kepada pengungsi melalui posko BUMN Peduli di Pakem Yogyakarta.

Bencana alam meletusnya Gunung Merapi ini menimbulkan banyak kerugian baik korban jiwa maupun kerugian materi lainnya, banyak warga masyarakat sekitar yang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman dan mereka sangat membutuhkan bantuan. Pada saat Achmad Fachroji bercakap cakap dengan para pengungsi, pada umumnya para pengungsimembuthkan bantuan selimut, handuk, pakaian hangat, obat-obatan dan bahan makanan.. Selain makanan, obat-obatan maupun selimut, mereka membutuhkan fasilitas air bersih dan kamar mandi yang memadai karena mereka mulai terserang berbagai penyakit karena tempat pengungsian yang tidak memadai. Warga masih memilih antri di kamar mandi di sekolah-sekolah maupun bangunan lain.

Berita terakhir menunjukkan bahwa hujan abu dan hujan pasir letusan Gunung Merapi mencapai pusat kota Yogyakarta, setelah sebelumnya mengeluarkan awan panas. Hujan abu kota Yogyakarta terjadi cukup pekat setelah letusan Gunung Merapi Tanggal 30 Oktober Pukul 01.00. Hujan abu terja hampir diseluruh wailayah kota Yogyakarta. Hujan Abu mencapai lebih dari 30 Km dari puncak Merapi, hujan abu bercampur pasir turun dengan deras, sempat pula turun bersama air terjadi di wilayah Kaliurang sampai pukul 02.30, di beberapa titik, abu bercampur pasir menutupi jalan setinggi setengah cm.

Humas Perum Perhutani

Artikel Terkait:

Tags: