Presiden SBY & Ibu Negara Terkesan Kunjungi Stand Perhutani

Hutan pantai yang sarat fungsi konservasi dan perlindungan untuk wilayah pesisir kali ini tidak luput dari perhatian para perempuan yang tergabung dalam kelompok “Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara 2010” atau GPT. Program yang digagas untuk mendukung terwujudnya Indonesia Hijau dan mengurangi emisi karbon di Indonesia hingga 26% pada tahun 2020 itu banyak menuai dukungan dari banyak pihak. Bertempat di Manggala Wanabakti, kelompok perempuan yang dimotori langsung oleh Ibu Ani Yudoyono itu menggelar Konferensi Nasional dan Pameran bertajuk “Penyelamatan Hutan Pantai dan Peningkatan Kesejahteran Masyarakat Pesisir”. Tidak kurang dari 80 stand dari organisasi seperti Pemda, Swasta, BUMN, LSM, UKM, Organisasi Perempuan dan Perguruan Tinggi berpartisipasi pada pameran tersebut selama tiga hari dari 23 – 25 November 2010.

Acara konferensi yang dibuka langsung oleh Presiden SBY tersebut berlangsung meriah dan padat. Didampingi oleh Ibu Negara, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Ibu Soraya Zulkifli Hasan serta beberapa Menteri lainnya, Presiden mengunjungi stand-stand pameran yang ada. Sebelum meninggalkan ruangan auditorium, Presiden SBY dan Ibu Negara cukup lama mengunjungi stand Perhutani seluas 50m2 yang dipenuhi dengan tanaman Mangrove jenis Aviceniasp, Bruguera sp, dan Nyamplung. Presiden dan Ibu Negara terkesan dan juga tertarik dengan lima ekor buaya berumur dua tahun yang dihadirkan khusus dari penangkaran buaya Perhutani KPH Purwakarta.

Pada kesempatan tersebut disampaikan kepada Presiden dan Ibu Negara bahwa Perhutani, mengelola 2,4 juta hektar hutan yang mampu menyerap emisi karbon rata-rata 1,5 milyar ton CO2 equivalen pertahun, menanam 100 juta pohon per tahun, bekerjasama dengan 5400 desa hutan. Luas hutan mangrove atau payau yang dikelola Perhutani 51.000 ribu hektar. Lebih kurang 81 LMDH berada di wilayah pesisir, 47 LMDH mengusahakan tambak dan 34 LMDH bekerjasama untuk tanaman bioenergi nyamplung.

Untuk pemberdayaan masyarakat pesisir, BKPH Cikiong KPH Purwakarta bekerjasama dengan masyarakat mengelola tambak seluas 6000 ha diantara tanaman Api-api (Avicenia sp) Tancang merah (Bruguera sp), Bakau (Rhizopora sp). Masyarakat mendapatkan manfaat dari produksi ikan bandeng 400 kg per ha per tahun dengan total produksi rata-rata 2.400 ton pada tahun 2010 ini. Pemberdayaan masyarakat pesisir lainnya dilakukan di KPH Banyuwangi Selatan dengan menanam nyamplung (Callophyluminophylum) seluas 127 hektar untuk bahan biosolar. Biosolar yang diproduksi masyarakat baru 62 hektar atau 2480 liter minyak biosolar. Sebuah awal yang baik untuk membangun bioenergi yang ramah lingkungan.

Perum Perhutani

Artikel Terkait:

Tags: