Hutan Sumbang Produk Pangan

Sebanyak 114.000 ton produk pangan strategis di Jawa Barat, ternyata dihasilkan melalui pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) dari kawasan kehutanan Perum Perhutani Unit III. Jumlah sebanyak itu dihasilkan selama dua tahun terakhir.

“Pasokan tersebut terdiri atas padi, jagung, dan kacang-kacangan yang berperan bagi ketahanan pangan dan sumber pendapatan petani desa hutan di Jabar. Hal itu sekaligus motivasi ikut menjaga sumber daya hutan setempat,” tutur Kepala Biro Perlindungan Sumber Daya Hutan Perhutani Unit III, N.P. Adnyana, di Bandung, Senin (27/12)

Untuk tahun 2010, komoditas padi saja, sampai November, diperoleh total 55.000 ton. Produk sebanyak itu banyak dimanfaatkan oleh masyarakat desa hutan. “Sejumlah petani desa hutan mampu menambah cadangan pangan secara mandiri, apalagi harga beras di pasaran sedang tinggi pada akhir tahun 2010,” ujarnya.

Komoditas padi yang diusahakan di kawasan kehutanan, selama ini didominasi padi go-go, ditambah palawija kacang-kacangan, seperti kacang tanah dan jagung. Pengusahaannya dilakukan di antara tegakan pokok, misalnya pohon kayu jati yang masih kecil dan pohon kayu putih.

Adnyana menambahkan, hasil produksi padi dan palawija tersebut, dihasilkan dari sejumlah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH), misalnya di Jabar utara dan Priangan timur. Pengusahaannya dilakukan secara tumpangsari di antara tegakan-tegakan pokok, dengan pengaturan teknis yang baik sehingga saling terjaga keamanan dan produktivitasnya.

Dikemukakan, untuk meningkatkan pasokan pangan dari kawasan kehutanan Perhutani Unit III, juga dilakukan diversifikasi usaha tanaman pangan dalam di areal PHBM. Dengan demikian, para petani di kawasan tersebut, selain mendapatkan produksi pangan beragam, juga memperpanjang produk dalam setahun.

Pihaknya juga, menurut Anyana, mengembangkan sistem usaha pertanian ramah lingkungan bagi petani, untuk melindungi keseimbangan alam dari kawasan kehutanan. Penggunaan pupuk kimia oleh petani, ditunjang kombinasi penggunaan bahan-bahan organik melalui pemanfaatan sumber daya hutan setempat, sehingga produktivitas meningkat, tetapi kesuburan lahan terjaga.

Dapat diandalkan

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Endang Suhendar mengemukakan, pihaknya saat ini sedang menginventarisasi sumber pasokan padi gogo dan palawija. Menurut dia, di antaranya sangat banyak diperoleh dari kawasan kehutanan negara. Pasokannya dinilai dapat diandalkan untuk menambah pasokan pangan di Jabar, apalagi pada saat banyak produktivitas produk pertanian menurun karena pengaruh cuaca.

Endang mengingatkan, para petani yang mengusahakan tanaman pangan di kawasan hutan, agar tertib melakukan pembudidayaan, serta disiplin menjaga berbagai tegakan pokok yang ada.

“Terciptanya iklim mikro dan sumber pasokan air yangmendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman pangan padi gogo dan palawija di kawasan hutan, sebenarnya berasal dari kelestarian pohon-pohon kehutanan setempat. Jika tegakan-tegakannya terganggu, para petani, masyarakat desa sampai perkotaan, yang akan mengalami dampaknya,” kata Endang.

Nama Media : PIKIRAN RAKYAT
Tanggal : Selasa, 28 Desember 2010/h. 24