Perhutani Hentikan Penanaman Tebu di Hutan

PERUM Perhutani menghentikan izin pemanfaatan lahan hutan yang selama ini digunakan Lembaga Masyarakat Desa Hutan untuk budi daya tanaman tebu di Sragen, Jawa Tengah. Penghentian dilakukan karena penanaman tebu merusak lahan hutan.

Selain itu, sejumlah tanaman produksi Perum Perhutani juga banyak yang mati karena ulah petani tebu. “Kualitas lahan hu tan menjadi rusak setelah petani tidak mau menaati peraturan, seperti melakukan pembakaran lahan tebu seusai panen. Jika dibiarkan, dikhawatirkan lahan produktif akan semakin susut,” papar Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan Surakarta, Endro Koesdijanto, kemarin.

Dari budi daya tanaman tebu, selama ini petani juga meninggalkan tunggakan besar ke Perhutani dan sulit ditagih.

Lahan hutan untuk tebu digelar di hutan Tangen, Kabupaten Sragen. Kerja sama dengan masyarakat dilaksanakan sejak 2004, dengan memanfaatkan lahan seluas 240 hektare. Dari kerja sama ini, seharusnya petani memberi kontribusi sebesar Rp 83 juta kepada Perhutani setiap kali panen.

“Kenyataannya, kontribusi yang lancar hanya sekitar Rp 3 juta. Lahan hutan juga semakin rusak,” tambah Endro.

Nama Media : MEDIA INDONESIA
Tanggal : Rabu, 29 Desember 2010 hal 8
Penulis : WJ/N-3