BRI dan Mandiri Salurkan Kredit Rp 4 T

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Mandiri Tbk menyalurkan kredit untuk sektor kehutanan dan perkebunan masing-masing Rp 1,96 triliun dan Rp 2,23 triliun atau totalnya sekitar Rp 4,19 triliun.

Direktur Utama BRI Sofyan Basir mengatakan, sektor kehutanan cukup potensial. BRI, kata dia, siap mendukung pengembangan sektor tersebut melalui penyaluran kredit kepada Perhutani sekitar Rp 1, 96 triliun. Di sisi lain, BRI akan melayani pembayaran gaji untuk 25 ribu karyawan Perhutani melalui sistem payroll.

“Perum Perhutani sebagian besar merupakan sentra-sentra industri berbasis sumber daya hutan. Di dalarnnya, terdapat kerja sama Rutan Tanaman Industri (RTI) terutama karet yang digarap bersama Inhutani IV,” katanya usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Perhutani di Jakarta, Senin (30/5).

Menurut Direktur Keuangan Perhutani ANS Kosasih, kredit dari BRI itu akan dipakai untuk belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 964 miliar dan belanja operasional (operational expenditure) sekitar Rp 1 triliun. “Selama ini Perhutani belum tersentuh kredit karena mampu membiayai kebutuhan dari kantong sendiri. Sekarang kami memanfaatkan bank,” kata dia.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Komersial Bisnis Bank Mandiri Sunarso mengatakan, hingga April 2011 Bank Mandiri telah menyalurkan kredit perkebunan plasma dengan skema kredit pengembangan energi nabati dan revitalisasi perkebunan (KPENRP) sebesar Rp 2,23 triliun. Kredit itu disalurkan kepada 43 koperasi yang mempunyai anggota sebanyak 28.545 petani dengan luas area kebun mencapai 55.987 hektare.

“Penyaluran  KPEN RP tumbuh 17,99% dibandingkan April tahun lalu senilai Rp 1,89 triliun,” ujamya dalam keterangan tertulis. Sunarso mengatakan, perseroan terus memacu pertumbuhan kredit sektor usaha mikro, kecil, dan menengah terutama bergerak di sektor hulu. Selain dengan skema KPEN RP, Bank Mandiri menyalurkan kredit plasma dengan skerna komersial.

KPEN RP merupakan kredit investasi untuk pelaksanaan Program Pengembangan Tanaman Bahan Bakar Nabati dan Program Revitalisasi Perkebunan. Pemerintah memberikan subsidi bunga dalam program tersebut.

Komitmen

Menurut Sofyan Basir, selain manadatangani komit menkredit investasi dan modal kerja kepada Perum Perhutani, BRI juga berkomitmen membiayai PT Eksploitasi dan Inhutani I, II, III, dan V.

Dalam MoU disebutkan pula tentang perjanjian sistem payroll karyawan Perhutani yang akan dilayani BRI. Jumlah karyawan Perhutani untuk wilayah Jawa Madura sekitar 25 ribu. Sedangkan total karyawan di lima Inhutani mencapai 2.500 orang. BRI dipilih karena merupakan bank dengan jaringan yang tersebar hingga ke pelosok dengan 3.250 unit kerja.

Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN BRI Asmawi Syam mengatakan, perseroan siap mendukung pembiayaan Perhutani sebagai bentuk sinergi antar BUMN. Perhutani dinilai merupakan BUMN yang sangat sehat karena mampu mencetak laba Rp 325,45 miliar, dan pendapatan Rp 3 triliun pada 2010.

Menurut ANS Kosasih, melalui tambaban modal kerja dari BRI, Perhutani dapat meningkatkan usaha, setidaknya bisa mencetak laba bersih Rp 1 triliun dalam 2-3 tahun. “Pembiayaan usaha dari kantong sendiri sudah tidak sesuai lagi seiring berjalannya waktu, Sebab, kami sering mengalarni keterlambatan pengembangan usaha, karena banyaknya pesaing di dalam maupun luar negeri. Mereka sudah dibiayai perbankan,” jelas Kosasih.

Terkait investasi bisnis sumber daya hutan Perhutani, PIt Direktur Utama Perhutani Haryono Kusumo mengatakan, Perhutani untuk pertama kalinya bekerja sama dengan empat BUMN kehutanan lainnya. Ketja sama tersebut sekaligus membiayai HTI karet di Kalimantan dan Sumatera.

Sementara itu, Sunarso mengatakan, Bank Mandiri mempertegas komitmennya dalam pengembangan UMKM di sektor hulu melalui penyaluran KPEN RP kepada 936 petani kebun kelapa sawit.

Penyaluran kredit tersebut melalui tiga koperasi di bawah binaan PT Global Kalimantan Makmur dan PT Semai Lestari, yakni Koperasi Kebun Tuah Buno, Koperasi Kebun Lanta Lomour, dan Koperasi Kebun Bupulu Lomour.

Nama Media : SUARA PEMBARUAN
Tanggal       : Selasa, 31 Mei 2011/h. 9
TONE           : POSITIVE