Hutan KPH Gundih Simpan Potensi Tanaman Langka

Hutan di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Gundih menyimpan  potensi tanaman langka yang patut dilestarikan. Di antara tanaman langka tersebut tidak  bisa dijurnpai di wilayah KPH rnanapun di Jateng.

“Salah satu contohnya adalah tanaman Jati yang tergolong daur 80 tahun atau merniliki usia tebang 80 tahun. Lokasinya ada di Segara Gunung, Kecarnatan Gabus. Tanarnan jenis ini terrnasuk langka, karena rata-rata jenis Jati yang ada di Jateng saat ini adalah daur 60 tahun saja,” kata mantan Adrninistratur (Adm) KPH Gundih Ir H Abdul Hasan  MSi yang sejak Senin (6/6) lalu dipindah tugaskan menjadi Adm KPH Bojonegoro, kepada Suara Merdeka, Rabu (8/6).

Ditambahkan Abdul Hasan, selain tanaman jenis Jati Daur 80 tahun, di wilayah hutan KPH Gundih juga terdapat tanarnan Mahoni berdaun kecil atau istilah latinnya Mahagoni Micropilla yang hidupnya berkelompok, yaitu di kawasan Monggot, Juworo, Kemadoh, dan Kuncen.

Tanaman Mahoni yang berkelompok ini juga tidak ditemukan di wilayah hutan lain se Jateng. Pasalnya tanarnan Mahoni, kebanyakan hanya menjadi tanarnan tepian atau pengisi di antara tanaman pokok.

“Kayu yang dihasilkan Mahoni jenis ini sangat bagus. Selain kayunya yang tidak mudah pecah, teksturnya pun lebih bagus, sehingga sangat diminati kolektor kayu mebeler.

Beberapa waktu lalu kami juga telah merintis pembibitan tanaman Kesambi sebanyak 20 persen dari total jumlah tanarnan dan lahan yang dikelola KPH Gundih,” ujar mantan Adm Mantingan ini.

Kerja Sama

Pada tanaman Kesambi, lanjut Hasan, banyak terdapat kutu, ‘Lak” yang marnpu membuat  tanarnan mengeluarkan semacarn getah yang bisa diproduksi menjadi bahan baku biodiesel. Selain itu tanarnan Kesambi juga bisa menjadi pelindung sekaligus bijinya menjadi  makanan satwa.

“Semua potensi yang ada sudah saya sarnpaikan kepada pejabat baru. Keberhasilan  pengembangan hutan di KPH Gundih selarna ini juga didukung oleh kerja sarna yang baik dengan semua pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta,” pesannya.

Sementara itu Adm Gundih yang baru saja dilantik, Ir Riyanto Yudi Cahyono, mengatakan, pihaknya akan berupaya mengejar ketertinggalan produksi. Pasalnya, pada pertengahan tahun ini pencapaian produksi belurn mencapai 50 persen.

“Itu tugas yang harus saya upayakan terkejar, supaya target tahunan bisa tercapai,” kata  Riyanto yang sebelurnnya bertugas sebagai Adm KPH Jatorogo. (K11-72)

Nama Media : SUARA MERDEKA
Tanggal       : Senin, 13 Juni 2011. hal F
TONE           : NETRAL