Lelang Online Kayu di iPasar Naik 13, 72%

Nilai transaksi lelang kayu via online di PT iPasar Indonesia pada minggu ketiga Juni 2011 meningkat ketimbang lelang sebelumnya. Per 21 Juni, tercatat nilai transaksi lelang kayu jati bundar mencapai Rp 195,6 juta, atau naik 13,72% ketimbang lelang pada 7 Juni 2011 yang sebesar Rp 172 juta.

AIdo Nagata, Kepala Divisi Logistik iPasar mengungkapkan, volume lelang pada 21 Juni lalu sebenarnya hanya mencapai 23,432 meter kubik (m”), lebih rendah 35% dibandingkan dengan volume lelang 7 Juni yang sebanyak 36,274 m3. Namun, kenaikan harga kayu jati bundar menyebabkan nilai lelang pun ikut terdongkrak. “Contohnya, harga kayu jenis A3 mutu III dengan volume 0,42 m3 pada lelang 21 Juni dibanderol Rp 2,9 juta. Jenis yang sama pada minggu pertama (7/6) cuma seharga Rp 707.000,” terang Aldo.

Menurutnya, peningkatan harga kayu ini terdorong perbaikan kualitas kayu. Para pembeli di lelang kayu terakhir masih didominasi oleh pengusaha furnitur dan mebel. Sementara sebagian besar pasokan kayu masih berasal dari Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. Antusiasme lelang kayu dari Jatim ini didorong oleh adanya stimulus dari pemerintah provinsi yang membebaskan retribusi baru lelang kayu online. Sebaliknya, transaksi kayu secara tradisional justru dikenakan retribusi 2,50/0 3,5%.

Di sisi lain, tidak adanya insentif membuat lelang kayu di Jawa Barat lesu. Itu sebabnya, iPasar belum medapatkan pasokan kayu dari Perum Perhutani Unit III Jawa Barat (Jabar). Pembeli di Jabar bahkan menganggap lelang di iPasar berbelit karena harus melalui PT Kliring Berjangka Indonesia.

Nama Media : KONTAN
Tanggal       : Jumat, 24 Juni 2011/h. 15
Penulis        : Veri Nurhansyah Tragistina
TONE           : POSITIVE