Perum Perhutani Akan Jadi Induk BUMN Perhutanan

Kementerian BUMN tengah mempersiapkan pembentukan holding (induk perusahaan)  perhutanan dengan menunjuk Perum Perhutani.

“Nanti skema holding BUMN  perhutanan berbeda dengan holding BUMN perkebunan ataupun BUMN pupuk. Kalau BUMN pupuk dan BUMN perkebunan, induknya  non operating, BUMN perhutanan  induknya operating, yakni Perum  Perhutani,” ujar Deputi Bidang  Industri Primer Megananda Daryono di Jakarta, Rabu (22/6).

Megananda menjelaskan, Perum Perhutani nantinya menjadi induk perusahaan perhutanan, sedangkan  Inhutani I, II, III, IV, dan V, akan  menjadi anak-anak usahanya. Ditunjuknya Perhutani disebabkan di antara BUMN perhutanan, kinerja Perum Perhutani terbilang paling  cemerlang.

“Kalau PTPN, kondisinya hampir mirip satu sama lain, meskipun ada beberapa PTPN yang kondisinya kurang bagus. Tetapi kalau kehutanan, kondisinya berbeda, BUMN perhutanan, yang bagus hanya Perum Perhutani. Inhutani  kondisinya sudah tidak bagus. Kalaupun membukukan laba, labanya hanya Rp 12 miliar. Masa BUMN labanya hanya Rp 12 miliar. Beda dengan Perum Perhutani yang labanya sudah ratusan miliar,” ungkap dia.

Selain itu, Megananda mengungkapkan, kondisi PT Inhutani IV saat ini pun sudah tidak bankable, berbeda dengan Perum Perhutani.  Oleh karena itu, sambil menunggu holding terbentuk, Perum Perhutani sudah melakukan kerja sama  dengan PT Inhutani berupa penyaluran pinjaman.

“Jadi sekarang, Perum Perhutani  tarik kredit untuk digunakan di Inhutani. Sudah jalan sekarang,  sambil menunggu holding BUMN perhutanan. Jadi sekarang konsepnya sinergi,” jelas dia.

Saat ini, menurut Meganada, Kementerian BUMN tengah merampungkan konsep dari holding  BUMN perhutanan. Setelah rampung, konsep tersebut akan diajukan ke Kementerian Keuangan.

“Jadi tidak menunggu BUMN perkebunan selesai, nanti kami langsung ajukan ke Kementerian Keuangan kalau konsep holding  BUMN perhutanan sudah siap,”  ungkap dia.

Terkait dengan holding BUMN perkebunan, menurut Megananda, nantinya, berupa perusahaan baru. Sedangkan, PT Perkebunan Nusantara I-XIV dan PT Rajawali Nusantara Indonesia akan menjadi anak  anak usahanya.

“Saat ini prosesnya sudah mau selesai di Kementerian Keuangan. Setelah itu dilanjutkan prosesnya di Sekretarlat Negara. Paling lambat akhir tahun BUMN perkebunan sudah terbentuk, tetapi sepertinya bisa terbentuk pada kuartal III 2011,” tambah dia.

Nama Media : INVESTOR DAILY
Tanggal       : Kamis, 23 Juni 2011 hal 20
TONE           : POSITIVE