Diminta Penuhi Gondorukem Domestik

Menteri Perindustrian MS Hidayat meminta Perum Perhutani memperhatikan kebutuhan gondorukem di dalam negeri. Pasalnya, pelaku industri batik di Tanah Air sedang mengeluhkan kelangkaan bahan baku batik tersebut.

“Keluhan utama perajin batik soal kelangkaan gondorukem. Mereka siap beli, tetapi barang tidak ada, karena sebagian besar diekspor,” kata Hidayat, saat berkunjung ke Sentra Batik Trusmi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa  (19/7).

Gondorukem (resina colophoniurn) merupakan hasil olahan dari getah sadapan pada batang pinus. Penggunaannya antara lain sebagai bahan pelunak plester serta campuran perban gigi, dan di Indonesia sangat dibutuhkan sebagai bahan perekat warna pada industri batik.

Perhutani saat ini merupakan produsen terbesar gondorukem di Tanah Air. Karena itu, Hidayat juga berencana bertemu dengan Menteri Kehutanan dan Perhutani untuk  mengatur pemasaran gondorukem di dalam negeri agar kebutuhan perajin batik terpenuhi.

“Kebijakan kami mendahulukan kebutuhan industri di dalam negeri, kalau tersisa baru akan diekspor,” katanya.

Ia juga meminta, semua asosiasi industri batik mengumpulkan data kebutuhan gondorukem, sehingga bisa diketahui permintaan riilnya. Selanjutnya, data tersebut akan  diajukan kepada Perhutani, sekaligus meminta harga yang wajar.

Sebelumnya, pengusaha batik Cirebon, Edi Baredi, mengungkapkan, pihaknya kesulitan mencari bahan baku batik, terutama gondorukem. “Saya minta pemerintah mencari solusi agar kelangkaan itu tidak menganggu produksi. Apalagi, permintaan batik tiga tahun terakhir terus meningkat,” katanya.

Potensi hutan pinus untuk menghasilkan gondorukem di Tanah Air mencapai 1 juta hektare, namun baru dimanfaatkan 154 ribu hektare. Saat ini, Indonesia menjadi negara terbesar ketiga setelah Tiongkok dan Brasil, yang menyumbangkan lebih dari 8% produksi gondorukem dunia.

Volume produk gondorukem Indonesia yang diperdagangkan sekitar 60 ribu ton per tahun, 80% diekspor dan 20% untuk memenuhi kebutuhan domestik. (ant)

Nama Media  : INVESTOR DAILY
Tanggal        : 20 Juli 2011, Hal. 8
TONE            : NETRAL