Waspadai Kebakaran Hutan

Hutan seluas 2.637,02 hektare (ha) di wilayah BKPH Perum Perhutani Temanggung, rawan terbakar. Pasalnya vegetasi hutan itu merupakan semak-semak dan jika musim kemarau semak-semak tersebut mengering.

Kondisi hutan yang rawan terbakar seluas 1.768,2 ha di wilayah RPH Kwadungan wilayah Gunung Sindoro, BKPH Temanggung. Sedangkan 868,82 ha berada di Gunung Sumbing.

“Itu memang vegetasinya semak-semak sehingga rawan terbakar kalau sudah masuk musim kemarau. Apalagi menuju ke puncak banyak pendakian. Sekarang sudah mulai ada karena liburan. Sehingga potensi terbakarnya makin besar,” kata Kepala RPH Kwadungan, BKPH Temanggung Slamet Rahardjo, kemarin.

Menurutnya, potensi terbakar hutan paling besar biasanya sekitar bulan Agustus – September. Dalam bulan Juli ini diperkirakan di daerah puncak gunung masih ada hujan, sehingga potensi kebakaran bisa diminimalisir.

“Di Gunung Sumbing yang masuk wilayah Temanggung ada 868,82 ha. Vegetasinya persis sama dengan di Sindoro berupa semak-semak yang juga rawan terbakar karena banyak pendakian,” katanya.

Karena rawan terbakar, pihak Perhutani sudah menurunkan personel khusus untuk memantau empat pos di Sindoro -Sumbing. Setiap pos pos diisi tiga orang.

Nama Media : KEDAULATAN RAKYAT
Tanggal       : Senin, 4 Juli 2011, Hal. 22
Penulis        : (Mud)-m
TONE           : NETRAL