Pendapatan Perhutani Capai Rp 4,2 Triliun

Direktur Industri Kayu dan Non Kayu Perhutani Heru Siswanto mengatakan, perusahaannya tidak mungkin hanya mengandalkan sektor kayu. Pasalnya, perkembangan kehidupan masyarakat bergerak cepat.

“Kalau hutan ini tidak diamankan, misalnya dijadikan wana wisata (hutan wisata), maka keberadaan hutan akan terancam. Ini menjadi salah satu target pengelolaan hutan oleh Perhutani ke depannya,” katanya.

Menurut Heru, saat ini pihaknya memanfaatkan hutan seluas 26.000 hektar dari total luas hutan yang dikelolanya di Indonesia untuk objek wana wisata.

“Luasan hutan yang dikelola Perhutani untuk wana wisata 26.000 hektar. Kalau untuk Jawa Tengah kurang lebih seluas 1.200 hektar,” jelasnya.

Heru mengatakan, pengelolaan wana wisata memberikan kontribusi tinggi bagi Perhutani. Karena itu, pihaknya tidak hanya mengandalkan kayu dan non kayu meski kontribusinya masih kecil.

Kendati begitu, menurutnya, saat ini kontribusi pengelolaan wana wisata terhadap Perhutani masih sekitar satu persen dari keseluruhan omset yang didapatkan Perhutani. Bisnis itu kecenderungannya naik 30 persen selama lima tahun terakhir. “Ke depan, kami akan terus berupaya meningkatkannya,” ucap Heru.

Terkait luasan hutan yang dikelola Perhutani, Heru mengatakan, untuk Pulau Jawa dan Madura mencapai sekitar 2,4 juta hektar, terdiri atas 1,7 juta hektar hutan produksi dan 690 ribu hektar hutan lindung.

“Untuk wilayah Jawa Tengah, Perhutani mengelola hutan seluas 630 ribu hektar. Kami harapkan pengelolaan wanawisata di Jawa Tengah bisa dilakukan dengan baik, sehingga mendongkrak kontribusi bagi Perhutani,” kata Her

Nama Media : RAKYAT MERDEKA
Tanggal           : Senin, 10 Oktober 2011, Hal. 16
Penulis            : DIT
TONE               : POSITIVE