Penemuan Goa Bersuara Gong di Nganjuk Bukan Buatan Manusia

Nganjuk – Pasca penemuan gua di Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso, Nganjuk, petugas Dinas Perindustrian koperasi Pertambangan dan Energi (Disperindagkoptamben), mulai memeriksanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pihak pertambangan dan energi memastikan gua itu bukan hasil buatan manusia, namun dari proses alam ratusan tahun silam.

Petugas memastikan bahwa batu stalaktit dan dan stalakmit yang ada di dalam gua adalah batu yang masih hidup dan bisa berkembang. Hal itu dipastikan adanya endapan air di sekitar batu dan panjangnya batu.

Sementara mengenai resistensi keamanan gua, petugas belum bisa memastikan, sebab akan melaporkan hasil pemeriksaan tersebut ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Surabaya.

“Kami akan melaporkan ke Kementrian ESDM Surabaya hingga pihak ESDM akan memastikan keamanan potensi terjadinya longsor atau tidak pada lokasi tersebut,” ungkap Kabid Disperindagkoptamben Kabupaten Nganjuk Agus Firahennedi, kepada detiksurabaya.com, Senin (3/10/2011).

Namun petugas sangat menyayangkan dengan kondisi bebatuan goa yang rusak, sebab belum seminggu pasca ditemukannya gua, sebanyak 5 hingga 10 persen batu stalaktit dan stalakmit di dalam gua sudah rusak dan terbelah.

“Kami menduga batu batu itu dijarah oleh warga, padahal keberadaan batu-batu tersebut akan lebih bernilai untuk menjadi gua wisata jika masih terlihat alami dan utuh,” kata Agus.

Sementara pihak Perhutani Nganjuk mengaku akan segera menutup total dan lebih memeprketat penjagan sehingga warga tidak bisa kembali menjarah batu batu tersebut.

“Demi keamanan isi gua kami akan menutup total, selain itu akan memperketat penjagaan,” kata Mahfud Hadi Kepala Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Tamanan Nganjuk.

Sedangkan sejak pagi tadi, terlihat puluhan warga mulai berdatangan ke lokasi penemuan gua untuk melihat lihat keindahan gua. Warga yang datang tidak hanya dari daerah Nganjuk saja, mereka datang dari Jombang, Bojonegoro dan Madiun.

Warga berharap, dinas terkait mengambil langkah cepat mengamankan dan menjadikan gua tersebut sebagai tempat wisata baru. Bagi pengunjung tidak dipungut biaya untuk masuk ke lokasi gua alam. Warga hanya memberikan uang sekedarnya pada kotak yang sudah disediakan panitia untuk pembangunan masjid desa setempat.

Sebelumnya, warga Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso Nganjuk, dihebohkan sebuah goa alam yang ditemukan seorang pencari batu di hutan jati Gunung Lengko, tepatnya di petak 147 RPH balo KPH Nganjuk. Goa ini ditemukan tidak sengaja saat menggali bebatuan untuk bahan baku bangunan.

Sumber: detikcom

Tags: