Perhutani Buka Lahan demi Produktivitas Pangan

Guna membantu peningkatan perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah hutan, Perum Perhutani akan memanfaatkan sekitar 40.800 hektare lahan di Jateng demi produktivitas pangan masyarakat kawasan sekitar hutan.

“Dari 40.800 hektare, sekitar 20.000 hektare untuk tanaman padi, 20.000 hektare untuk kedelai dan sisanya kacang hijau pada tahun depan,” kata Direktur Industri Kayu dan Non Kayu Perum Perhutani, Heru Siswanto.

Menurut Heru, Perum Perhutani mendapat tugas dari pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pangan berbasis korporasi, bersama berbagai pihak terkait yang dilakukan secara sinergis dan proaktif. Dalam program ini Perum Perhutani bekerja sama dengan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), PT Pertani, dan PT Sang Hyang Seri untuk memberi bantuan benih dan pupuk bagi petani, serta pengolahan komoditas.

“Ini merupakan salah satu upaya meningkatkan produktivitas pangan yang hasilnya dapat dinikmati masyarakat, sekaligus ikut membantu mengurangi gangguan keamanan hutan,” katanya. Peningkatan produktivitas pangan masyarakat sekitar kawasan hutan, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Sehingga diharapkan masyarakat akan turut membantu menjaga hutan dari gangguan keamanan. “Program ini diharapkan dapat mengurangi gangguan keamanan hutan karena produktivitas pangan masyarakat sekitar hutan naik,” ujarnya.

Ditambahkan, sebagai wujud peningkatan perekonomian masyarakat sekitar hutan, baru-baru ini Perum Perhutani melakukan penanaman padi pertama di Desa Penganten, Kecamatan Kelambu, Grobogan, Jawa Tengah. Di wilayah Grobogan sendiri ada sekitar 7.000 hektare lahan yang rencananya akan ditanami padi. (J8-77)

Nama Media : SUARA MERDEKA
Tanggal : Rabu, 05 Oktober 2011/h. 4
Penulis :
TONE : POSITIVE