Kawah Putih Potensial Menjadi Ekowisata Kelas Dunia

BANDUNG, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menuturkan, kelestarian dan keseimbangan ekosistem di kawasan pariwisata Kawah Putih di Ciwidey Kabupaten Bandung, senantiasi terjaga dengan baik. Oleh karena itu, Kawah Putih bisa menjadi salah satu obyek wisata terbaik di Indonesia.

“Untuk itu, keseimbangan alam dan lingkungan senantiasa harus kita jaga. Keberlangsungan pembangunan harus harmoni dengan alam sebagai sebuah kebutuhan,” kata Ahmad Heryawan, seusai menghadiri puncak acara Festival Kawah Putih II di Ranca Upas, Kabupaten Bandung, Minggu (15/7/2012).

Gubernur Jabar mengatakan, pendekatan budaya dan kearifan lokal digunakan dalam kerangka sebagai bagian upaya menjaga keseimbangan alam di Kawah Putih tersebut. “Dengan pendekatan budaya dan kearifan lokal diharapkan upaya menjaga kelestarian alam mendapat dukungan masyarakat sekitar kawasan hutan. Tentu pengembangan kawasan ekowisata Kawah Putih harus didukung semua pihak sebagai upaya pemanfaatan obyek alam yang dikelola dengan konsep dan cara yang bijak,” ujarnya.

Menurut Heryawan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendukung dalam mengembangkan sarana dan prasarana pariwisata di kawasan Kawah Putih seperti infrastruktur menuju kawasan ini yang harus dibenahi dan ditata begitu pula dengan fasilitas penunjang lainnya harus lebih baik dan lengkap.

Tentunya dukungan tersebut, lanjut Heryawan, sebagai bentuk perhatian Pemerintah Jawa Barat dalam mengembangkan kawasan Kawah Putih sebagai salah satu tujuan ekowisata di Indonesia bahkan dunia. “Kawah Putih salah satu kawasan terindah dan terunik dengan kawahnya yang bisa disentuh langsung. Ini menjadi nilai jual tinggi untuk dapat sejajar dengan kawasan ekowisata dunia,” katanya.

Festival Kawah Putih (FKP) II dimeriahkan dengan sejumlah rangkaian acara, seperti upacara ruwatan, Pasanggiri (lomba menyanyi Sunda) tembang khusus Kawah Putih, Giri Wana Rally (lomba lintas alam), sunatan massal, wedding festival (lomba pakaian pengantin tradisional), lomba foto, Kawah Putih Expo, dan juga pentas seni Sunda.

Acara yang sudah digelar sejak 6 Juli lalu itu melibatkan ribuan orang, baik internal Perhutani ataupun masyarakat sekitar dan pendatang. Adapun tema yang diangkat dalam FKP II tersebut adalah From Youth to Community, sebagai komitmen untuk mengajak para pemuda terlibat langsung dalam pengembangan ekowisata dengan memadukan budaya dan kearifan lokal. (Sumber : Antara, Editor : I Made Asdhiana)

Tags: