Perhutani dan ITS Siapkan Mesin Sagu Untuk Papua

SURABAYA, 10 Juli 2012. Direktur Utama Perhutani Bambang Sukmananto siang ini melakukan penandatanganan MoU dengan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November ITS Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono DEA di kampus ITS Surabaya tentang Rencana Kerjasama Pembuatan Mesin Industri Pengolah Sagu.  Penandatangaan MoU ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan yang dilakukan sebelumnya di tempat yang sama, 2 Juli lalu.

Beberapa waktu yang lalu Menteri BUMN RI Dahlan Iskan menugaskan Perhutani membangun pabrik sagu di Papua. Pembangunan ini merupakan respons BUMN untuk mendukung program pemerintah mensukseskan pembangunan di Papua, khususnya dalam hal peningkatan produksi dan ketahanan pangan.

Terkait hal ini, Bambang Sukmananto menyatakan bahwa Perhutani telah mengurus semua persiapan dengan masyarakat lokal sampai perijinan di tingkat Kabupaten. Luasan lahan yang dialokasikan untuk kegiatan ini juga telah mendapat persetujuan dari pihak pemerintah daerah.

Karena backbone Perhutani adalah membuat tanaman kehutanan dan bukan membuat mesin, maka pihaknya menggandeng ITS.  Kompetensi para insiyur ITS yang tidak diragukan lagi, diharapkan dapat membantu mendesain mesin olah sagu yang keluarannya adalah sagu berbentuk seperti beras.

Selain MoU tentang desain mesin pabrik sagu ini, Perhutani juga berharap ITS bisa menyediakan sarjana lulusan Teknik Kimia dan Teknik Lingkungan untuk bisa direkrut menjadi karyawan Perhutani khususnya mengisi kebutuhan SDM pabrik derivatif gondorukem dan terpentin terbesar di Asia Tenggara yang beberapa waktu lalu diresmikan pembangunannya di Pemalang Jawa Tengah oleh Menteri negara BUMN.  Perhutani juga akan membantu menghijaukan 10 Ha lahan ITS di Surabaya.

Humas Perhutani Kantor Pusat

Artikel Terkait:

Tags: ,