Wisatawan Padati Kawah Putih

Jalan menuju Ciwidey yang biasanya sepi dan nyaman untuk dilalui tiba-tiba saja berubah menjadi penuh sesak, ratusan kendaraan mengantre berbondong-bondong dengan tujuan yang sama, yaitu kawasan objek wisata Kawah Putih. Ya, pada Minggu (15/7) kemarin merupakan puncak acara dari Festival Kawah Putih (FKP) yang dimulai sejak (6/7) lalu dan telah dipenuhi pelbagai event yang menarik, baik berupa pergelaran budaya Sunda ataupun kegiatan lainnya seperti upaya pelestarian hutan dan lainnya.

Pada puncak acara FKP ditampilkan berbagai acara kesenian Sunda di antaranya topeng rerehean yang merupakan pergelaran tari jaipongan yang diiringi bobodoran yang mengundang tawa. Selain itu si penari juga memukul sebuah alat perkusi tradisional yang unik, sehingga pergelaran itu makin meriah dan menarik untuk disimak. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang hadir pada penutupan FKP 2012 menyebutkan, penyelenggaraan Festival Kawah Putih 2012 bisa dipandang dari tiga pendekatan yaitu pendekatan secara lingkungan, pendekatan secara pariwisata dan pendekatan secara industri.

“Bila dilihat dari pendekatan lingkungan jelas saja karena melindungi alam semesta merupakan hal yang baik, dan bagi pendekatan pariwisata, alam bisa dilestarikan dan dapat dinikmati semua masyarakat,” ujarnya. Sedangkan dilihat dari sisi pendekatan industri, Ahmad Heryawan menjelaskan bahwa dengan makin banyaknya wisatawan yang datang ke Kawah Putih tentu saja bisa menghasilkan uang. “Untuk lebih menarik lagi bisa dengan diadakannya berbagai pertunjukan yang sifatnya harian dan mingguan untuk menarik makin banyaknya wisatawan,” ujarnya.

Ahmad Heryawan juga menjanjikan dengan suksesnya acara festival Kawah Putih 2012 ini, maka acara ini akan dijadikan agenda tahunan yang ada di Provinsi Jabar. Bupati Bandung Dadang Naser di tempat yang sama menjanjikan akan lebih mengembangkan potensi yang ada di objek wisata Kawah Putih. “Untuk ke depan akan dibangun warung-warung dengan gaya Sunda di pinggiran jalan menuju puncak Kawah Putih, selain bisa meningkatkan ekonomi masyarakat hal ini juga tentu akan menambah indah objek wisata ini,” katanya.

Di akhir acara diberikanlah tiga penghargaan bagi mereka mereka yang telah berjasa dalam mengembangkan objek wisata Kawah Putih. Achmad Tosin (alm.) mendapatkan penghargaan atas jasanya dalam membuka jalan menuju Kawah Putih, Yaya Bara mendapatkan penghargaan bagi jasanya menciptakan lagu Kawah Putih, dan penghargaan lainnya diberikan kepada Dadang Suparman atas apresiasinya dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kawah Putih dan atas puisinya yang mengajak masyarakat untuk menanam pohon dan menghijaukan kawasan Kawah Putih. (Mochamad Iqbal Maulud)***

Pikiran Rakyat, 16 Juli 2012, Hal. 6