400 Hektare Lahan Perhutani Jadi Kawasan Tumpangsari

Sedikitnya 400 hektare kawasan hutan di Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kediri, dijadikan kawasan tumpangsari demgan beragam janis sayuran. “Kami kerjasama dengan LMDH (lembaga masyarakat desa hutan) untuk pengolahan kawasan tumpangsari. Kami berharap hutan tetap lestari dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat,” kata Wakil Kepala Perum Perhutani KPH Kediri, Errik Alberto di Kediri, Senin.

Ia mengatakan, untuk proses lahan hutan menjadi kawasan tumpangsari terdapat persyaratan khusus, di antaranya tanaman yang masih kecil dan tidak boleh mencabut tanaman inti di hutan itu. Tentang tanaman, ia mengatakan hal itu diserahkan pada petani. Terdapat lokasi lahan yang ditanami sayur maupun palawija. Pihaknya tidak membatasai untuk tanaman tumpangsari, asalkan tanaman itu bukan tanaman pokok dan kayu yang bisa mengganggu tanaman pokok hutan.

Untuk sistem pembagian hasilnya, kata dia, memang sudah ditentukan. Namun, itu menjadi urusan dari LMDH di masing-masing desa. Dari lahan yang ada di Perhutani Kediri, lahan yang paling banyak digunakan untuk tumpangsari adalah di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Pihaknya mengakui, personel dari Perhutani Kediri sampai saat ini masih terbatas. Padahal, luas lahan di Perhutani Kediri menyebar mulai dari Kediri, Tulungagung, Nganjuk, sampai Jombang.

Tentang alih fungsi hutan di Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Errik mengatakan masalah itu sebenarnya sudah pernah diperbincangkan antara warga dengan LMDH dan Perhutani Kediri. Ia mengatakan, saat kemarau memang pasokan air biasanya berkurang. Hal itu lumrah, karena pasokan air dari kawasan hutan juga semakin tipis. Namun, hal itu akan bertambah seiring dengan hujan. Pihaknya sebenarnya memberi kesempatan kepada warga untuk mengerjakan lahan, namun ia berharap hal itu dikelola baik oleh LMDH sendiri.

Ia pun menilai kawasan hutan yang ditanami warga juga tidak terlalu luas, sekitar 10 hektare. Adanya tumpangsari itu tidak terlalu mengganggu kawasan hutan, mengingat kawasan hutan di lokasi itu sampai 1.200 hektare. (*)

antarajatim.com :: Senin, 17 Sept 2012 09:30:13|Penulis : Asmaul Chusna