Dahlan: Tanpa Persaingan BUMN takkan Maju

Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta perusahaan milik negara untuk meningkatkan persaingan. “Meskipun sebatas olahraga, namun saya ingin Porseni BUMN 2012 ini dijadikan sebagai ajang berlomba di antara BUMN. Sebab, perusahaan itu sendiri intinya bersaing. Tanpa persaingan, maka BUMN tidak akan maju,” ujarnya.

Hal itu disampaikan dia usai meresmikan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni BUMN 2012, di GOR Soemantri Brojonegoro, Jakarta, Senin (1/10) malam.

Semangat bersaing, menurut dia, sebaiknya tidak hanya pada Porseni BUMN 2012 yang digelar pada 1-12 Oktober 2012 tersebut saja, tetapi diharapkan juga harus direalisasikan pada diri BUMN itu sendiri.

“Saya mau BUMN tidak saja berprestasi di tingkat nasional, tapi juga harus berbicara di tingkat internasional,” ungkapnya.

Mantan Direktur Utama PLN ini menyaksikan langsung parade peserta Porseni BUMN yang mengambil tema ‘Kompetisi yang Sehat Melahirkan Juara yang Kuat.’ Dahlan juga memuji yel-yel peserta Porseni dari Sucofindo dan Bank Mandiri.

Pada kesempatan itu, ia mengimbau agar para direksi BUMN memberikan perhatian kepada karyawan yang berhasil menjadi juara. “Waktu saya memimpin PLN, kita juara paduan suaranya dan saya ikutkan mereka ke kontes paduan suara di Beijing,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Porseni BUMN 2012 Suryanto mengatakan, total atlet yang mengikuti Porseni BUMN 2012 sekitar 4.000 orang dari 92 BUMN, meningkat dibanding 89 BUMN pada Porseni 2011.

Adapun olah raga yang dilombakan sebanyak delapan cabang meliputi sepakbola, futsal, bulutangkis, tenis lapangan, tenis meja, bola voli, basket dan bowling. Sedangkan cabang seni yang dilombakan yakni vokal grup, BUMN Karaoke Idol dan Duta BUMN 2012.

Peserta Poerseni BUMN 2012 tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga diikuti dari Aceh, Medan, Palembang, Surabaya dan Makasar. Selain Kementerian BUMN, sederet BUMN yang mengikuti Porseni BUMN 2012 meliputi Pegadaian, Pupuk Indonesia Holding Company, Bank BTN, BNI, PLN, Garuda Indonesia, Semen Gresik, Jasa Marga, dan Aneka Tambang.

Kemudian PTPN IV, PGN, Telkom Indonesia, PTPN II, Pertamina, Asuransi Jasindo, Rajawali Nusantara Indonesia, Biofarma, Angkasa Pura I, Perkebunan Nusanatra V, Sucofindo, Perhutani, Angkasa Pura II, dan PTPN I.

Selanjutnya, Asabri, Perum Bulog, Taspen, Reasuransi Indonesia, Perusahaan Perdagangan Indonesia, PPA, PTPN IX, Biro Klasifikasi Indonesia, Perum Peruri, Perum Damri, Hutama Karya, Perum Jasa Tirta II, Jasa Raharja, PTPN VII, Berdikari, ASDP Indonesia Ferry, BPUI, Jiwasraya, BTDC, Pelindo II, PTPN VII, Taman Wisata Prambanan dan Candi Borobudur.

Selain itu juga diikuti Jamsostek, Pindad Persero, Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, Brantas Abipraya, Pos Indonesia, Len Industri, Hotel Indonesia Natour, Waskita Karya, Perum LKBN Antara, Perum Perumnas, Pal Indonesia, Kimia Farma, Amarta Karya, Dirgantara Indonesia, Pertani, serta Surveyor Indonesia.

Redaktur: Djibril Muhammad, Sumber: Antara
republika.co.id::01 Oktober 2012