Mengejar Pelangi di Coban Pelangi Malang

MALANG – COBAN Pelangi. Air terjun ini berada di ketinggian 1.299,5 m di kaki Gunung Semeru dengan ketinggian terjunan air kurang lebih 110 m. Dinamakan Coban Pelangi karena air terjun ini sering membiaskan warna pelangi. Bagi para pendaki Gunung Semeru, coban ini sudah tidak asing, karena mobil jeep angkutan umum satu-satunya yang membawa mereka dari pasar Tumpang menuju ke Gunung Bromo akan melewati lokasi ini.

Secara administratif, coban terletak di Desa Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang dengan koordinat 8° 1’ 32.27” LS 112° 49’ 1.06” BT, sekitar ±,32 km sebelah timur kota Malang.

Untuk berkunjung ke Coban yang terletak di Sungai Amprong ini, kita harus mengarahkan kendaraan menuju Tumpang, yang kemudian dilanjutkan menuju Desa Gubug Klakah.

Harus berhati-hati karena setelah melewati desa, jalan yang dilalui mulai menanjak dan berkelok. Coban Pelangi berada sebelum masuk pertigaan Jemplang (yaitu pertigaan menuju Gunung Semeru dan Gunung Bromo). Di sebelah kanan jalan setelah Desa Gubug Klakah akan terlihat jelas gapura bertuliskan Coban Pelangi.

Sebaiknya kita berkunjung di pagi hari karena setelah lewat tengah hari kabut sering muncul menghalangi perjalanan. Pada musim penghujan kunjungan sering dibatasi hingga pukul 16.00, untuk menghindari munculnya air bah dari pegunungan di bagian hulu yang bisa datang sewaktu-waktu.

Berkunjung ke Coban Pelangi, berarti kita harus mempersiapkan fisik dan kesehatan yang prima. Coban Pelangi masih sangat alami. Untuk sampai ke sana kita harus menempuhnya dengan sedikit perjuangan. Disarankan, kita berkunjung dengan memakai sepatu olahraga,karena kita akan melalui medan berbukit dengan kemiringan cukup ekstrim. Namun, perjalanan ini akan memberikan sensasi keelokan alam pegunungan, hutan yang rimbun, dan sungai yang jernih. Kicau burung-burung silih berganti mengiringi setiap langkah.

Air Terjun Coban Pelangi mengalir dari tebing yang memiliki ketinggian 30 m. Pesona air terjun itu bisa dinikmati sambil menggelar tikar di atas tanah lapang. Satu pondok perlindungan telah disiapkan menghadap ke arah air terjun. Jika cuaca sedang baik, kita bisa menyaksikan pelangi yang membias di pucuk-pucuk tebing. Biasanya, pelangi muncul pada jam 10.00-14.00.

Fenomena alam itu muncul akibat butiran air terjun yang terbawa angin, serupa buliran-buliran kabut. Jika masih belum puas menyaksikan kejauhan, mencelupkan diri di anak sungai bisa menjadi pilihan menarik. Tumpahan air terjun di atas bebatuan menimbulkan percikan air seperti hujan gerimis. Damai dan menyegarkan.

Sumber: Discover Indonesia

Tags: