Amankan Lebaran, 626 Petugas Gabungan Dikerahkan

KEPANJEN – Polres Malang kemarin siang menggelar rapat koordinasi dengan instansi samping terkait, untuk persiapan menjelang Operasi Ketupat 2013 nanti. Dalam operasi tersebut, sebanyak 626 personil gabungan siap diterjunkan untuk pengamanan lebaran. Rinciannya, 394 personil personil dari Polres Malang, dan 232 personil merupakan instansi samping.

Meliputi, TNI 54 personil, Dinkes 54 personil, Dishub 27 personil, Satpol PP 27 personil, Senkom 54 personil, Derek 8 personil serta PMK 8 personil. Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta mengatakan, seluruh personil yang terlibat Pam Operasi Ketupat 2013 ini akan mulai siaga sejak tanggal 2 – 17 Agustus.

Mereka akan disiagakan di sembilan titik pos pengamanan yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang, yaitu, depan Pasar Lawang, simpang tiga Karanglo Kecamartan Singosari, depan wisata Sengkaling, depan wisata Wendit, Simpang tiga Kebonagung – Pakisaji, simpang tiga by pass Jalinbar Kecamatan Kepanjen, depan Pasar Bululawang, simpang tiga Karangkates dan simpang empat Pasar Dampit.

“Selain sembilan titik Pos Pam Operasi Ketupat itu, personil nantinya juga akan kami tempatkan di lima pos wisata. Yaitu, – Pos Pantai Sendangbiru di Sumbermanjing Wetan, Pos Gunung Kawi di Wonosari, Pos Pantai Ngliyep di Donomulyo, Pos Pantai Balekambang di Bantur, dan Pos Pantai Bajulmati di Gedangan,” ungkap Adi Deriyan Jayamarta.

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan dari instansi samping termasuk dari Perhutani itu, dijelaskan ada beberapa titik daerah yang rawan terjadi kemacetan dan laka-lantas saat lebaran. Diantaranya Jalan Raya Thamrin di Lawang, Jalan Raya Singosari, Jalan Raya Ahmad Yani di Kepanjen, Jalan Raya Banjararum di Singosari, Jalan Raya Kebonagung di Pakisaji serta Jalan Raya Dampit.

“Untuk mengatasi kemacetan, khususnya di Lawang, Karangploso dan Kebonagung – Pakisaji ini, kami akan membuat rekayasa lalu lintas. Yaitu dengan melarang pedagang kaki lima berjualan di sepanjang trotoar. Sekaligus melarang kendaraan parkir di pinggir jalan raya,” ujarnya.

Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya laka lantas karena jalan berlubang, pihaknya sudah menghimbau ke seluruh Kapolsek untuk memantau jalan raya Propinsi yang rusak atau berlubang. Mereka di minta untuk menutup dengan apa saja, asalkan tidak berlubang dan tidak membahayakan kendaraan pemudik yang melintas. Sedangkan daerah yang rawan kriminalitas seperti, pencurian dengan kekerasan (perampokan) dan pencurian dengan pemberatan serta curanmor, yaitu di Kecamatan Lawang, Singosari, Pakis, Tumpang, Pakisaji, Bululawang, Kepanjen, Turen, Dampit serta Kecamatan Gondanglegi.

“Agar keamanan selama Operasi Ketupan ini bisa terjada, nantinya kami juga meminta personil untuk melakukan patroli ke objek vital setiap saat. Seperti perbankan, toko emas dan tempat vital lainnya,” tambahnya.

Dan untuk daerah yang rawan terjadi bencana seperti terjadi genangan air, banjir dan longsor, disebutkan ada di Jalan Raya Sambigede Sumberpucung, Kampung Pojok Desa Tumpakrejo Kalipare, Sungai Panguluran Desa Sitiarjo Sumbermanjing Wetan, Jalan Raya Tirtoyudo, Jalan Raya Dr Sutomo Lawang, Jalan Raya Ngadilangkung Kepanjen, dan Jalan Raya Dusun Sumbersewu Desa Tirtomarto Ampelgading.

“Untuk petugas dari Perhutani sengaja kami libatkan, karena mereka nantinya juga akan langsung memantau daerah wisata. Termasuk memantau kondisi sekitar supaya jangan sampai terjadi longsor,” katanya.

Sumber  :   Malang Post
Tanggal   :  25 Juli 2013

Tags: