Manfaatkan Lahan, Perhutani Gandeng Dua Kelinci

JAKARTA. Perum Perhutani gandeng perusahaan produsen camilan kacang PT Dua Kelinci untuk memanfaatkan lahan eks kayu jati ditanami kacang. Meski baru menandatangani kesepakatan kerjasama atawa memorandum of understanding (MOU), PT Dua Kelinci siap menampung hasil panenan petani kacang yang di tanam di lahan Perhutani.

Bambang Sukmananto, Direktur Utama Perum Perhutani mengatakan selain kerjasama antara pemilik lahan dan penampung panenan, kedua perusahaan ini juga sepakat untuk berpatungan memodali dan membina para petani. “Detailnya belum dibicarakan, yang penting tenaga kerjanya ada yang bisa mengelola lahan dengan baik,” kata Bambang saat dihubungi KONTAN, Senin (8/7).

Dengan kerjasama ini, selain petani sudah mendapatkan modal dan lahan, petani juga mendapatkan jaminan pasar untuk hasilnya. Selama ini, masyarakat seringkali menjual ke tengkulak atau mengijonkan hasil panennya, sehingga keuntungan lebih banyak dinikmati pedagang.

“Kami sudah mengundang banyak perusahaan, sejauh ini hanya Dua Kelinci yang berminat,” katanya.

Perhutani akan memanfaatkan lahan di Purwakarta dengan cara tumpang sari. Meski belum merinci detailnya, Bambang memperkirakan sekitar 1000 sampai 2000 hektare lahan yang dapat ditanami kacang tanah. “Sistemnya bagi hasil, petani akan mendapatkan 60%,” katanya.

Purwakarta jadi lahan percobaan perdana karena Perhutani dan Dua Kelinci mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat. Selain itu, “Daerahnya lahan datar dan beriklim cocok untuk kacang,” kata Bambang.

Selain Purwakarta, Bambang juga menyebut Jawa Timur dan daerah lain di Jawa Tengah yang dapat dijajaki untuk bertanam kacang jika hasilnya memuaskan.

Perhutani, memiliki potensi lahan seluas 55.000 ha yang bisa dimanfaatkan untuk bertanam palawija di pulau Jawa. Menurut Bambang, dari luas areal lahan tersebut, paling potensial ditanami adalah padi seluas 15.000 ha. Kemudian lahan milik Perhutani juga bisa ditanami oleh kedelai seluas 15.000 ha. “Sisanya seperti jagung dan kacang,” katanya.

Djuli Murtadho, Direktur Produksi PT Dua Kelinci mengatakan pihaknya akan membeli kacang petani di level Rp 4.500 hingga Rp 5.000 per kilogram (kg). Harga ini diakuinya sudah sesuai dengan harga pasar. “Kami siap menyerap kacang milik petani,” katanya. Maria Elga Ratri Ayudi

Jurnalis : Maria Elga Ayudi
Media : Kontan, 09 Juli 2013