SMGR Bangun Pabrik Baru

JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) tengah menjajaki untuk mengakuisisi lahan milik Perum Perhutani di wilayah Malang, Jawa Timur, dengan kapasitas lahan seluas 600 hektare (ha).

Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto mengatakan, SMGR saat ini memang tengah mencari wilayah baru yang potensial, terutama dari sumber daya alamnya, untuk dibangun pabrik produksi semen. Meski demikian, untuk pengembangan usaha produksi tersebut, perseroan masih harus akan melakukan evaluasi dari segi lokasi dan sumber daya alamnya.“Kami sangat berminat namun perlu dicek lagi lokasinya, apakah sesuai dengan rencana strategis dan kebutuhan pengembangan perseroan ke depan,” kata Dwi usai menghadiri kerja sama pemanfaatan alur hutan Perhutani oleh PT Semen Indonesia di Jakarta kemarin. Dia juga berharap, melalui pengembangan produksi semen, perseroan dapat menggandeng Perum Perhutani dengan tujuan kerja sama melalui sinergi antara Badan Usaha Miliki Negara (BUMN).

Melalui sinergi BUMN, mungkin saja Perum Perhutani menggunakan lahannya sebagai penyertaan modal dan memiliki saham di pabrik baru tersebut. “Dengan sinergi BUMN, jika kita ingin membangun pabrik baru maka akan lebih cepat dalam pembebasan lahannya. Kalau ada lahan Perhutani yang memiliki bahan baku untuk produksi semen itu bisa dijadikan sebagai penyertaan modal mereka,” tambahnya.

Sementara, Direktur Utama Perhutani Bambang Sukmananto mengatakan, perusahaannya memiliki lahan di wilayah Malang seluas 600 ha yang memiliki sumber daya alam untuk bahan baku produksi semen. Lahan ini sebelumnya tengah diincar oleh perusahaan pabrik semen asal China.

Namun, pihaknya berharap lahan ini bisa diakuisisi oleh perusahaan BUMN. “Selain wilayah Rembang di Jawa Tengah, kami juga memiliki lahan yang cukup potensial sebagai bahan baku pembuat semen yaitu berada di Malang. Ada perusahaan Chinayangmaumemanfaatkan, namun sepertinya Semen Indonesia lebih pas,” kata Bambang.

Di tempat yang sama, PT Semen Indonesia dan Perum Perhutani menandatangani perjanjian kerja sama penggunaan kawasan hutan melalui mekanisme kerja sama peningkatan pemanfaatan alur di wilayah hutan Perhutani. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini adalah tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama kedua belah pihak yang dilaksanakan sebelumnya.

Menurut Bambang, penyediaan lahan untuk akses jalan yang dilintasi Semen Indonesia ini adalah terobosan yang dilakukanperusahaannya. Pasalnya, selama ini kerja sama dilakukan dengan metode pinjam pakai, dengan perizinan melalui Kementerian Kehutanan maka metode yang dilakukan adalah sewa pakai.

“Penyediaan lahan ini adalah yang pertama kami lakukan, selama ini penggunaan lahan di hutan hanya menggunakan izin pinjam pakai, kita urus Kementerian Kehutanan agar bisa memperoleh izin sewa pakai, nantinya bisa dimanfaatkan yang lain sepeti kereta api doubletrack oleh PT Kereta Api Indonesia,” ujar Bambang.

Kawasan hutan Perhutani yang telah disepakati kedua perusahaan memiliki luas 2,85 ha yang berada di wilayah Rembang. Dwi menambahkan, perseroannya menyiapkan anggaran sebesar Rp60 miliar untuk pembangunan infrastruktur di wilayah Perhutani tersebut.

Jurnalis : Heru Febrianto
Media : Seputar Indonesia | 18 Juli 2013 | Hal.23