Terganjal Akses Terjal

PASURUAN-Butuh tenaga ekstra bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan untuk mengembangkan sejumlah objek wisata alam di wilayahnya.

Sebab, saat ini kondisi akses ke sejumlah objek wisata itu tengah rusak parah. Hal itu diakui oleh kepala Disbudpar setempat Juswanto. Menurutnya, saat ini masih banyak wisata alami di kabupaten setempat yang kurang maksimal pengembangannya.

Salah satu penyebabnya adalah sulitnya objek wisata alami itu dijangkau wisatawan lantaran beratnya medan. “Salah satunya seperti yang ada di objek wisata Air Terjun Rambut Moyo yang lokasinya berada di Kecamatan Puspo dan juga Air Terjun Jerinjing di Kecamatan Kejayan. Dua objek wisata itu cukup potensial,” ucapnya.

Lantaran sarana dan prasarana yang masih minim ditambah akses ke lokasi yang cukup sulit, dua objek wisata itu pun sejauh ini masih belum tersentuh dinas dan baru dikelola warga setempat. “Kalau memang infrastruktur jalannya nanti sudah dibenahi, secara otomatis ekonomi kerakyatan warga yang berada di sekitar obyek wisata itu akan merasakan dampak dekat dengan objek wisata,” jelasnya.

Karena itulah, saat ini disbudpar masih berkoordinasi dengan pihak terkait. Seperti Dinas PU Bina Marga untuk kondisi jalannya selain itu disbudpar juga bakal berkoordinasi dengan perhutani dan disbunhut. “Kami akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk bisa mengoptimalkan obyek wisata tersebut menjadi lebih baik lagi,” janjinya.

Sayangnya upaya itu belum bisa diwujudkan tahun ini. Sebab, tahun ini disbudpar tak memanfaatkan momentum perubahan anggaran keuangan (PAK) untuk menambah anggarannya. (hib/mie)

Radar Bromo | 21 Juli 2013 | Hal 29 & 35

Tags: