Perhutani Bidik 367 Ribu Pohon

PANGKALAN, RAKA – Asisten Perhutani (Asper) Pangkalan dalam musim tanam tahun 2013 ini menargetkan sedikitnya akan membuat semai hingga 367.000 pohon untuk 300 hektar. Hingga untuk memenuhi hal tersebut, Perhutani yang ada di Pangkalan terus membuat pembibitan dengan tujuan agar target tersebut bisa terpenuhi.

Hal itu tentunya sesuai dengan kiprahnya bahwa Perum Perhutani merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dibawah naungan Departemen Kehutanan, yang mempuyai visi dan misi menjadi pengelola hutan tropis terbaik di dunia.

Dalam misi tersebut, Perum Perhutani yang antara lain mengelola hutan tropis dengan prinsip pengelola hutan lestari, menyelenggarakan pengelolaan sumber daya hutan bersama masyarakat, membangun Sumber Daya Manusia (SDM) melalui perusahaan yang bersih, berwibawa, mendukung dan berperan serta dalam pembangunan wilayah dan perekonomian nasional.

Entis Witarsa, Asper Pangkalan, menyampaikan, seperti yang diamanatkan oleh negara melalui Departemen Kehutanan, maka pihaknya selaku rimbawan akan terus berbuat untuk melestarikan hutan, terlebih jika hutan tersebut pohonnya sudah berkurang, maka kami selaku petugas sangat salah bila tidak melakukan penanaman atau upaya untuk melestarikan hutan.

Asper inipun menjelaskan bahwa hutan merupakan suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati, yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan.

Dia juga mengatakan hal tersebut sesuai dengan UU Kehutanan No. 41 Tahun 1999, sedangkan hutan yang wilayahnya ditetapkan dan atau ditunjuk oleh pemeritah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap disebut kawasan hutan.

Selain itu, disampaikan juga bahwa hutan adalah salah satu sumber daya alam yang sangat berharga yang tersebar di permukaan bumi sesuai dengan biogeografi dan bioklimatiknya. Hutan dalam ekosistem memiliki fungsi straregis dalam kehidupan yaitu fungsi ekologi, fungsi ekonomi dan fungsi sosial, selain itu hutan juga memiliki peranan yang besar dalam tata hidrologis dan proses klimatologis. Peranan sumberdaya hutan merupakan produsen alam yang menghasilkan produk ganda berupa barang dan jasa.

Namun hutan juga tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat di sekitar, karena merupakan suatu kesatuan ekosistem yang mempunyai hubungan saling ketergantungan. Oleh karena itu pembangunan kehutanan perlu melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama, dengan tujuan pemanfaatan hutan secara lestari sesuai dengan fungsinya dan menitikberatkan kepada kesejahteraan masyarakat.

Maka harapan terbesar Entis Witarsa selaku Asper, berkeinginan untuk mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap hutan, sebab kesuksesan atau keberhasilan membuat hutan lestari pada dasarnya bukan untuk Perhutani, akan tetapi untuk kehidupan semuanya.

Uu (50) merupakan panggilan sehari-sehari dari seorang pegawai Perhutani tersebut saat disapa ketika melakukan pekerjaannya menyampaikan, selaku pelaksana berapapun targetnya jumlah bibit yang disemai akan tetap melakukan sesuai intruksi. Sebab semuanya sudah merupakan satu kesatuan kegiatan.

Disampaikan pula bahwa pekerjaan ini bukan haya menyemai, akan tetapi mempunyai tanggungjawab dalam merawat hingga tanaman tersebut dapat tanam dengan normal. “Setiap hari terus dikerjakan, agar semuanya bisa sesuai dengan rencana,” ujarnya.

Sumber : Radar Karawang, Hal 6
Tanggal : 31 Agustus 2013

Tags: