Perkuat Kembali Eksistensi Perkebunan

Kalangan pengusaha perkebunan di Jawa Barat menyambut positif niat serius pemerintah untuk memperkuat eksistensi masa depan berbagai unit perkebunan. Hal tersebut diharapkan dapat kembali membangkitkan usaha perkebunan di Jawa Barat karena menyangkut hajat hidup juta masyarakat desa.

Sekum Gabungan Pengusaha Perkebunan Perkebunan (GPP) Jabar-Banten, Imron Rosyadi, di Bandung, akhir pekan kemarin kepada “PR”, menyebutkan, “angin segar” tersebut muncul menyusul adanya kedatangan pejabat Kementerian Perekonomian dan komitmen Gubernur Jawa Barat, yang ingin membantu secara sinergis mengatasi berbagai permasalahan sektor perkebunan di Jabar.

Selain kelancaran usaha, menurut dia, eksistensi unit perkebunan, aspek kea-manan seluruh unit perkebunan berikut berbagai jenis usaha, juga khusus spesifik upaya membangkitkan kembali usaha perkebunan teh di Jabar.

“Komitmen tersebut boleh dikatakan tepat waktunya, jika melihat situasi saat ini. Apalagi, jutaan masyarakat desa di jabar berikut keluarganya, hidupnya sangat bergantung eksistensi kawasan perkebunan,” katanya.

la berharap agar komitmen tersebut bisa terlaksana, apalagi melihat kondisi Jawa Barat yang mendesak dilakukan pembangunan usaha berbasis pelestarian lingkungan. Dalam hal ini, fungsi sektor usaha perkebunan memiliki kedua peran sekaligus atas hal tersebut.
Usaha berbagai unit perkebunan di Jabar saat ini masih dominan mengusahakan tanaman teh dan karet, sebagian dikembangkan kelapa sawit, serta lainnya masih eksis tanaman kakao, kina, dan kelapa hibrida, serta ada usaha baru tanaman kopi. Khusus untuk tanaman teh, masih menjadi andalan utama di dataran tinggi, sesuai dengan sifat tumbuh tanaman tersebut.

Kehutanan

Sementara itu, sektor kehutanan yang dikelola Perum Perhutani Unit III, mengabarkan selama dua bulan terakhir malah kembali terganggu ulah perusakan lingkungan oleh sejumlah oknum tak bertanggung jawab. Areal yang dirusak berada di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya, Selasa (20/8/2013) malam dan KPH Purwakarta menjelang Lebaran lalu.

Kepala Unit III Perhutani, Dadang Hendaris, yang dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Disebutkan, Perhutani Unit III sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Polda Jawa Barat.

Kepala Biro Perlindungan Sumber Daya Hutan Taufik Hidayat, menyebutkan, untuk di Tasikmalaya kembali terjadi di Cikalong, di mana 1.000-an pohon jati ditebang massa secara beramai-ramai. Penebangan liar juga terjadi di KPH Purwakarta, juga dilakukan massa yang diduga memang sengaja dikerahkan.

Pikiran Rakyat | 27 Agustus 2013 | Hal.6
Jurnalis : A-81