Produksi Kayu di Jatim Diprediksi Turun

Surabaya (beritajatim) – PT Perhutani Unit II Jawa Timur memprediksi, produksi kayu dan beberapa komoditas hasil hutan tahun ini mengalami penurunan. Prediksi ini disampaikan Humas Perum Perhutani Unit II Jatim, Avid Rollick Septianam kepada beritajatim.com, Rabu (14/8/2013).

Avid menyebutkan, produksi kayu PT Perhutani Unit II Jatim tercatat mencapai 249.209 metrik ton atau sebesar 52,9 persen dari yang ditargetkan. “Sepanjang tahun 2013 kami menargetkan produksi sebesar 471.008 metrik ton,” tutur Avid.

Sementara, ketika ditanya presentasenya, Avid menjawab, produksi kayu jati mencapai 118.840 metrik ton atau 57,8 persen dari target 2013 sebesar 205.755 metrik ton. Dan produksi kayu rimba mencapai 130.369 metrik ton atau 49,1 persen dari target 2013 sebesar 265.253 metrik ton.

“Prediksi turunnya produksi hasil hutan karena panjangnya musim penghujan yang melanda Indonesia, termasuk Jawa Timur disepanjang tahun ini,” terang Avid. Karena itu, akibatnya beberapa komoditas pengalami perlambatan produksi.

Kondisi tersebut tak hanya berpengaruh pada produksi kayu melainkan juga non kayu. Avid menyebutkan, khusus komoditas non kayu, seperti getah pinus, getah damar, daun kayu putih serta lak cabang di prediksi akan terjadi penurunan akibat lamanya curah hujan yang turun.

“Untuk non kayu ini sangat berpengaruh, bisa jadi produksinya turun. Sementara untuk kayu itu bisa memperlambat produksi. Apabila hujan terus turun dan kayu tidak bisa diangkut, kemungkinan juga ada yang ditunda. Terutama sih kayu jati yang sudah banyak berproduksi,” imbuh Avid.

Sedangkan untuk produksi non kayu, hingga semester I/2013 tercatat masih belum mencapai target. Untuk getah pinus misalnya, realisasinya dikisaran 13.468,6 ton atau 41,08 persen dari target 2013 sebesar 32.787 ton. Sedangkan produksi getah damar mencapai 103 ton atau sekitar 47,12 persen dari target 2013 sebesar 218,6 ton.

Realisasi terendah terjadi pada produksi daun kayu putih yang hanya dikisaran 27,6 persen atau sekitar 2.065,5 ton dari target sebesar 18.350,5 ton dan produksi lak cabang yang mencapai 39,45 persen , dengan volume produksi 55 ton dari target 139,4 ton.

“Untuk kontribusi komoditas pangan, seperti jagung dan padi, kami tidak ada target, karena itu dihitung dari jumlah produksi pangan yang ditanam masyarakat,” pungkasnya. [faf/but]

Sumber : mberitajatim.com
Tanggal : 14 Agustus 2013