1,5 Hektar Tanaman Tebu Siap Panen Terbakar

KOMPAS, Temanggung —Sekitar 1,5 hektar tanaman tebu siap panen di Desa Pare, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terbakar, Kamis (19/9). Api yang diduga berasal dari puntung rokok itu dengan cepat merambat dan sulit dipadamkan.

Kebakaran terjadi sekitar 15 meter dari jalan raya Temanggung-Magelang. Hingga Kamis siang, api belum dapat dipadamkan. Hal ini dipicu suhu udara yang sangat panas.

Kepala Desa Pare Supangat mengatakan, awalnya api terlihat dari bagian utara lahan perkebunan tebu. Di sekitar lokasi tersebut banyak terdapat rumput kering sehingga memicu api cepat merambat.

Lahan tanaman tebu tersebut merupakan tanah bengkok Supangat yang kemudian disewa oleh Pabrik Gula Madukismo di Bantul, DIY. Setiap hektar, lahan mampu menghasilkan 50-60 ton tebu. Tanaman tebu yang terbakar ini dijadwalkan dipanen pada November 2013.

Wakil Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Kedu Utara Sukmono Edwi mengatakan, meski sudah memasuki musim kemarau, kawasan puncak Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing masih terlihat basah. ”Kawasan puncak Gunung Sindoro dan Sumbing untuk sementara masih terbilang aman dari bahaya kebakaran karena beberapa hari lalu turun hujan,” ujarnya.

Di setiap musim kemarau, kawasan puncak Gunung Sindoro dan Sumbing rentan terbakar karena banyak ditumbuhi semak belukar, perdu, dan rumput ilalang yang mengering. Luas areal rawan terbakar di kawasan puncak dua gunung tersebut lebih dari 400 hektar.

Meski demikian, menurut Sukmono, pihaknya tetap berupaya mengantisipasi kebakaran dengan melakukan patroli rutin setiap hari dan sosialisasi agar warga tidak membawa barang mudah terbakar atau benda pencetus api saat melintasi kawasan hutan di gunung-gunung. (EGI)

Jurnalis : Egi
Kompas | 20 September 2013 | Hal.21