KPH Kembangkan Padi Gogo

BALAPULANG – Upaya dalam meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tegal, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Balapulang kembangkan padi gogo organik. Padi itu dikembangkan di lokasi petak 118 Resort Pemangkuan Hutan (PRH) Kalisalak, dan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Margasari.

“Langkah itu kami lakukan untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan Ketahanan Pangan dan Program Gerakan Peningkatan Produktifitas Pangan Berbasis Korporatif (GP3K),” kata Administratur KPH Balapulang Isnin Soiban SHut MM.

Isnin mengatakan itu saat menggelar sosialisasi pengembangan padi gogo organik kepada petani hutan (pesanggem) di Desa Kalisalak, Kecamatan Margasari, kemarin.

Selain puluhan petani, hadir pula Kepala Balai Penyuluhan, Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Pemkab Tegal Ir Bambang Susanto MM.

Isnin memaparkan, tujuan sosialisasi itu agar pesanggem bisa belajar cara membudidaya padi gogo non pestisida yang bekerjasama dengan (BP4K). Petani juga diminta aktif berdialog tentang kendala yang dihadapi saat menanam padi gogo dan tanaman palawija lainnya. Ditegaskannya, Perhutani tidak melarang petani hutan menanam di bawah tegakan.

Namun, harus saling menguntungkan dan menjaga tanaman pokok yang ditanam Perhutani. “Setelah Tanaman Lepas Kontrak (TLK), petani harus meninggalkan lokasi,” sambungnya.

Bambang Susanto memberikan materi tentang cara-cara menanam dan memupuk tanaman. Selain itu, ia menjelaskan pengelolaan lahan, pemilihan bibit padi gogo, dan penggunaan pupuk kandang.

Dia juga membeberkan bahwa harga beras organik di pasaran saat ini mencapai harga 14.000 per kilogram, atau dua kali lipat harga beras anorganik.

Pada kesempatan itu pula ditularkan bagaimana cara mengatasi serangan hama penyakit di sawah seperti tikus, wereng, keong dan hama lainnya yang mengurangi hasil panen.

“Kami mengenalkan contoh pupuk produk BP4K yang terbuat dari kotoran ternak, akar bambu yang sudah diracik untuk pengganti pestisida,” tukasnya. (yer)

Radar Tegal | 02 September 2013 | Hal. 13