Perhutani Parengan Menggagas Gelar Budaya

KPH Parengan (16/9) – Perhutani Parengan akan menggelar pertunjukan budaya bertajuk “SULUK KEMBANG JATI” dengan menampilkan Orkes Puisi Sampak Gus Uran serta dialog budaya dengan beberapa narasumber pilihan pada awal Oktober 2013.
Daniel, Administratur Perhutani Parengan sebagai pengagas acara ini menyatakan bahwa “ini sebuah terobosan baru dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya eksistensi hutan. Membumikan pengelolaan hutan melalui pendekatan kebudayaan, itulah ide dasar perhelatan ini”.
“Hutan adalah sistem penyangga kehidupan. Dengan fungsi vital seperti itu maka hutan Jawa menjadi sangat penting, karena Jawa menjadi tumpuan eksistensi negara dan bangsa. Dengan luas hanya 7% dari luas daratan Indonesia, pulau Jawa harus menanggung kehidupan 60% populasi penduduk Indonesia. Perhutani sebagai entitas yang diberi mandat pengelolaan hutan Jawa, bertanggungjawab untuk melestarikan dan meningkatkan kemanfaatan hutan Jawa. Berbagai upaya dalam aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan telah dan akan terus dilakukan oleh Perhutani bersama para pemangku kepentingan’ demikian lanjutnya.
Wilayah Bojonegoro – Tuban memiliki kekhasan, yaitu keberadaan kawasan hutan Jati yang dalam konteks biofisik memiliki keistimewaan tersendiri. Namun demikian beragam persoalan khususnya yang menyangkut kondisi sosial telah menimbulkan berbagai akibat negatif bagi eksistensi hutan Jati di wilayah Bojonegoro – Tuban. Perlu upaya untuk meningkatkan kepedulian dan kecintaan terhadap hutan.
Dalam upaya melakukan pendekatan kebudayaan itulah Perhutani Parengan dengan didukung oleh Pertamina-EP Asset 4 bermaksud menampilkan suatu pertunjukan budaya yang selain menghibur juga diharapkan mampu mengirimkan pesan dan edukasi kepada masyarakat luas di Bojonegoro – Tuban akan arti penting hutan.
“Suluk Kembang Jati” ini sebagai wujud kontribusi Perhutani Parengan dalam merayakan hari jadi Kabupaten Bojonegoro yang ke-336. Acara dikemas dalam bentuk penampilan musikalisasi puisi oleh budayawan Anis Sholeh Ba’asyin dan Orkes Puisi SAMPAK GUS-URAN, serta dialog budaya dengan narasumber Bupati Bojonegoro, Bupati Tuban, Prie GS (budayawan), dan Gayo (wartawan). Perhelatan budaya yang digelar gratis ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Oktober 2013 jam 19.30 – selesai di halaman kantor Perhutani KPH Parengan, Jl. Teuku Umar No.2 Bojonegoro. (@Humas Parengan), diedit oleh : Dadang K. Rizal.