Sorgum Topang Pakan Ternak Sapi Perah

Pikiran Rakyat, Bandung – Sejumlah peternak sapi perah di Kec. Pamulihan, Kab. Sumedang, terjamin penyediaan pasokan pakan hijauan ternak selama musim kemarau ini. Panen tanaman sorgum yang diusahakan melalui agroforestri mampu menjadi penyedia gizi yang diandalkan bagi ternak sapi perah.

Direktur Utama PT Bakti Usaha Menanam Nusantara Hijau Lestari (BUMN HL) I, Ali Rahman, di Bandung, Selasa (10/9/2013) mengatakan, panenan tanaman sorgum tersebut memang belum begitu luas karena baru sekitar 5 hektare. Namun, ternyata sangat menolong bagi para peternak, saat hijauan pakan ternak se.dang berkurang karena kemarau saat ini.

la menjelaskan, panenan sorgum terjadi secara simultan, tetapi berapa pun hasil panenan langsung terserap untuk pakan ternak. Berbagai sapi perah sangat menyukai sorgum, dan hasilnya pun mampu menjaga produktivitas susu tetap baik selama musim kemarau.

Dikatakan, pembudidayaan tanaman sorgum semula akan dikembangkan secara agroforestri di Jabar melalui pembinaan PT BUMN HL I, baik untuk kebutuhan makanan manusia pengganti gandum, juga pakan ternak pengganti jagung, serta andalan pakan hijauan.

Namun, pemerintah kemudian menginstruksikan, pembudidayaannya dalam skala luas, dipindahkan ke PTPN XII Jatim, PTPN XIV Sulawesi, dan PT Berdikari.

“Namun ternyata, masih cukup banyak masyarakat peserta agroforestri yang meminati membudidayakaan sorgum walaupun skalanya tak besar. Mereka kini sudah memperoleh manfaatnya, terutama untuk kontinuitas penyediaan pakan hijauan ternak saat kemarau ini,” ujar Ali.

Tumbuh

Disebutkan, sesuai karakteristiknya, tanaman sorgum memang tumbuh baik pada kawasan-kawasan yang tak begitu subur. Tak heran, saat musim kemarau seperti sekarang, keberadaan populasi tanaman sorgum sangat bermanfaat terutama bagi ternak jenis ruminansia.

Soal penggunaannya untuk pakan ternak, Ali mengatakan, dilakukan dengan dicacah, sama seperti pakan hijauan lainnya. Bukan hanya batang dan daunnya, bulir-bulirnya pun juga sangat disukai ternak sapi perah.

Dengan dipanen dan termanfaatkannya tanaman-tanaman sorgum yang diusahakan melalui agroforestri, cukup mampu mematahkan teori sebagian kalangan bahwa pada musim kemarau saat ini akan terjadi krisis pakan hijauan yang merepotkan. Soalnya, tanaman sorgum justru tumbuh baik pada kondisi lahan yang kurang begitu subur, dengan ukuran rata-rata subur di Jawa Barat.

Sementara staf Ali Rahman, Saeful Ichwan menambahkan, berbagai tanaman sorgum yang diusahalan petani di Kec. Pamulihan tersebut, umumnya berada di kawasan Cinanggerang. “Pembudidayaan tanaman-tanaman sorgum juga sekaligus mampu menghijaukan lagi, sejumlah lahan setempat yang sebelumnya menjadi kritis akibat terlalu sering ditanami singkong,” ujarnya.

Pikiran Rakyat | 11 September 2013 | Hal.26