Waduk Jatibarang akan Mulai Diisi Air

Kedaulatan Rakyat, Semarang – Waduk Jatibarang di wilayah Gunungpati Semarang pertengahan November nanti akan mulai digenangi air. Pengisian air waduk bertepatan dengan prakiraan masuknya musim penghujan yang diprediksi akan terjadi pada akhir September ini. Sedangkan untuk pengisian atau menggenangi waduk dengan air, pihaknya telah menutup aliran sungai Kreo. Proses penggenangan akan berlangsung selama 3 bulan hingga setinggi intik (pintu air) dan akan dievaluasi selama proses penggenangan.

Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (Satker NVT) Pembangunan Waduk Jatibarang pada Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementrian PU, Ir Anang Muchlis, Spi, Kamis (19/9) di Semarang. Evaluasi antara lain untuk meneliti apakah terjadi perembesan atau tidak. “Bila dalam kondisi baik dan tidak ada rembesan, maka volume air akan dinaikkan dan siap dioperasikan”, ungkap Ir Anang Muchlis, Spi.

Proses pengisian air ini merupakan pekerjaan akhir untuk menentukan apakah waduk siap dioperasikan. Karena itu peresmian pengoperasian waduk pun bergantung hasil evaluasi pengisian air selama 3 bulan. “Bila tak terjadi masalah, maka kami perkirakan peresmian akan bisa dilakukan sekitar Maret 2014. Rencananya yang akan meresmikan Presiden,” tambahnya.

Pengisian waduk diakui Anang juga masih terkendala dengan pelaksanaan pembuatan SUTET Tower No 6 dan 7 yang masuk kawasan Hutan Kreo. Kini prosesnya masih dalam pengurusan Pinjem Pakai di Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan Perhutani Unit I KPH Kendal dan dalam waktu dekat selesai.

Keberadaan Waduk Jatibarang ini diharapkan akan mampu menjadi pengendali debit air da kawasan Ungaran dan Gunungpati menuju Kota Semarang. Selain akan mampu mengendalikan banjir akibat kiriman air, juga kelak bisa dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik, potensi wisata serba perikanan.

Musim Hujan

Sementara Kepala Seksi data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah, Rani Kraningtyas menyampaikan hasil prakiraan cuaca BMKQ Kota Semarang akan memasuki musim penghujan pada akhir September atau awal Oktober. Namun ada beberapa wilayah di Jawa Tengah baru datang musim hujan di pertengahan Oktober. Wilayah yang diprediksi akan turun hujan di pertengahan Oktober antara lain Jawa Tengah bagian Timur dan Utara.

Sedangkan puncak hujan akan terjadi di bulan Januari dan Februari. “Di bulan Januari dan Februari curah hujan kami prediksi akan tinggi. Masyarakat harus bisa menyikapi dampak yang bisa timbul dari sekarang,” ungkap Rani Kraningtyas. Ditambahkan, dampak yang bisa ditimbulkan antara lain tanah longsor di wilayah dataran tinggi dan banjir di dataran rendah. (Cha) -c

Kedaulatan Rakyat | 20 September 2013 | Hal. 19