Indonesia Hijau ala SBY

Jurnal Nasional, Bali – PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono menggunakan cara yang tak biasa untuk mempromosikan gerakan penanaman pohon. Layaknya demonstran, Presiden SBY menggelar spanduk panjang warna putih bertuliskan “Menanam Selamanya”.

Tak sendirian, Presiden SBY “berunjuk rasa” bersama dengan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono. Presiden SBY membentangkan spanduk panjang tersebut dibantu oleh Ibu Ani.

Aksi unik ini terjadi saat Presiden SBY memberikan pengarahan pada acara peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) tahun 2013. Acara dilangsungkan di Desa Datah, Kabupaten Karangasem, Bali pada Senin (25/11) petang.

“Tiada hari tanpa unjuk rasa. Kadang-kadang datang ke tempat tertentu ada unjuk rasa. Sore ini, di tempat yang baik ini, saya juga ingin berunjuk rasa sekali-kali. Wartawan boleh melihat unjuk rasa ini,” kata Presiden SBY disambut tawa para hadirin.

Dalam pidatonya, Presiden SBY kembali menegaskan bahwa penanaman pohon membawa banyak manfaat bagi bangsa. Negeri yang subur dengan tanaman dan pepohonan bukan hanya meneduhkan hati. Tetapi juga bisa mencegah potensi bencana alam di tengah zaman perubahan iklim seperti sekarang.

SBY menuturkan, visi “Indonesia Hijau” bukan sekedar mimpi. Hal ini bisa diwujudkan oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan cara yang mudah, yakni menanam pohon.

Mengambil momentum HMPI dan BMN 2013, Presiden SBY pun sekali lagi mengajak masyarakat untuk menyukseskan “Gerakan Menanam Satu Miliar Pohon”.

“Bagaimana mewujudkan mimpi Indonesia Hijau? Jawabannya sederhana, mari kita menanam pohon sekarang, bersama-sama dan sebanyak-banyaknya,” tegas Kepala Negara.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, acara peringatan HMPI dan BMN 2013 juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para pihak yang menanam pohon terbanyak. Untuk kategori pemerintah daerah, penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden SBY.

Adapun pemenang Lomba Penanaman Satu Miliar Pohon Tahun 2012 tingkat provinsi yakni Gubernur Jawa Timur, Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Bengkulu. Pemenang tingkat kabupaten yaitu Bupati Banyuwangi, Bupati Karangasem, dan Bupati Minahasa. Sedangkan pemenang tingkat kota adalah Wali Kota Pasuruan, Wali Kota Ternate, dan Wali Kota Balikpapan.

Penghargaan untuk pelaku usaha, organisasi, dan perorangan diserahkan oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Untuk pelaku usaha non kehutanan, pemenangnya yaitu PT. Pertamina EP, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT. Djarum.

Untuk pelaku usaha sektor kehutanan, penghargaan diberikan kepada Perum Perhutani, KPWN (Koperasi Perumahan Wanabakti Nusantara), dan Usaha Konservasi PT. Duta Indonesia Djaya. Kemudian penghargaan untuk kategori reklamasi hutan di kawasan tambang dianugerahkan kepada PT. Aneka Tambang, Tbk dan PT. Bukit Asam, Tbk.

Penghargaan kategori perguruan tinggi dan LSM masing-masing diberikan kepada UGM Yogyakarta dan Komunitas Pohon Indonesia. Sementara penghargaan perorangan diberikan kepada Danpaspampres Mayjen TNI Doni Monardo (penggiat penanaman pohon penyerap karbon), Andi Tenri Gappa (penggiat penanaman pohon penyerap karbon), TGH Hasanain Juaini, LC (perintis konservasi hutan dan lahan di Pulau Lombok NTB), Pastor Marselinus Agot (penggiat bibit pohon berbasis masyarakat di Klaten, Jateng) dan Amin Sidik (penggiat tanaman mangrove di Pasuruan, Jatim).

Jurnalis : Timur Arif Riyadi
Jurnal Nasional | 27 Nopember 2013 | Hal. 9