Lomba Menulis Cerita Gendre Sastra Hijau Digelar Perhutani Cianjur

KBRN, Cianjur: Perum Perhutani Cianjur Rabu (18/12/2013) menggelar “workshop menulis sastra hijau bersama Perhutani” di aula FKIP Universitas Suryakencana Cianjur, merupakan rangkaian “Perhutani Green Pen Award” yaitu gerakan budaya menulis cerita pendek genre sastra hijau bagi generasi muda Indonesia.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Utama Perum Perhutani Bambang Sukmananto di Manggala Wanabhakti, bertepatan dengan hari Pohon Sedunia sekaligus mensukseskan hari Menanam Nasional tepatnya program Satu Milyar Pohon. Kegiatan Perhutani Green Pen Award ini bertujuan menggerakkan budaya menulis cerita tentang hutan dan lingkungan pada generasi muda.

Diharapkan melalui kegiatan berbasisi budaya ini dapat bermanfaat untuk menumbuhkan kreatifitas, mengasah kesadaran lebih awal akan pentingnya hutan dan lingkungan sekaligus membangun karakter di era digital yang serba instan.

Perhutani ingin anak-anak mengenal pohon, hutan dan lingkungannya lebih baik, punya kepekaan akan fungsinya sejak dini dan mampu menuangkan kepekaan ini dalam bentuk karya tulis sastra. Workshop di Cianjur Jawa Barat diikuti oleh 152 peserta, dibuka oleh Susetiyaningsih Kepala Biro Humas Protokoler Perhutani Pusat.

Acara ini merupakan rangkaian terakhir roadshow Perhutani Green Pen Award di Jawa Madura, sebelum lomba ditutup 22 Februari 2014. Pembantu Dekan 3 FKIP Universitas Suryakencana Cianjur, H. AM Suganda hadir ditengah-tengah peserta sebagai bentuk dukungan mensosialisasikan sastra hijau di kalangan mahasiswanya.

Lomba Menulis Cerpen Hutan Lingkungan (LMCHL) Perhutani terbuka untuk siswa SLTP, SLTA, Mahasiswa, Guru dan masyarakat umum. Dewan juri antara lain Naning Pranoto, Free Hearty, Maman S Mahayana, Ahmadun Y, Nenden Lilies, Soesi Sastro, Dedi Muhtadi, Gunawan Marga.

Penerimaan naskah lomba akan ditutup pada 22 Pebruari 2014, pemenang diumumkan pada 29 Maret 2014 bertepatan dengan Ulang Tahun Perhutani. Kegiatan berbasis budaya ini baru pertama kali digelar oleh Perhutani bekerja sama dengan lembaga pendidikan sastra Rayakultura.

Selain memberikan manfaat dan menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai hutan, bumi dan alam, lomba akan memasyarakatkan budaya menulis di kalangan anak-anak sejak dini, mengasah kecerdasan emosi, intelektual dan pengembangan karakter serta mengajak orangtua, guru dan pengajar membiasakan putra-putrinya menulis agar mampu menjalani proses belajar secara terpadu dan optimal.

Perhutani mendorong kesadaran penyelamatan hutan dan lingkungan sejak usia dini, karena masa depan bumi dan alam ini ada di tangan generasi muda sesuai salah satu misi sosial Perhutani yakni pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan untuk kesejahteraan anak bangsa, demikian Susetiyaningsih menutup sambutannya.

Pada workshop kali ini Perhutani membagikan buku “Seni Menulis Sastra Hijau Bersama Perhutani” untuk generasi muda. Buku yang ditulis oleh Naning Pranoto, Soesi Sastro dan Sides Sudyarto DS tersebut, diharapkan dapat memandu cara menulis karya dengan bahasa sastra yang baik. (YY/Reel Perhutani/AKS)

RRI Online | 18 November 2013 | 14.51 WIB