Perhutani Gandeng Barata Indonesia Bangun Pabrik Sagu

Antara Jatim, Gresik – Perum Perhutani menggandeng PT Barata Indonesia (Persero) dalam bidang permesinan untuk membangun pabrik sagu di Distrik Kais, Sorong, Papua Barat.

Pola kerja sama itu diawali dengan melakukan penandatangan perjanjian pekerjaan “Enggineering Procurement Construction and Commisioning” antara Perhutani dengan PT Barata Indonesia yang dilaksanakan di Kantor Barata, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu.

“Pembangunan infrastruktur di Papua tidak semudah di wilayah lain, sehingga kita butuh sinergi antar-BUMN untuk mengawali langkah dalam membangun Papua,” kata Direktur Utama Perum Perhutani Bambang Sukmananto, usai penandatangan kerja sama.

Dikatakannya, sinergi yang kompeten antar-BUMN diharapkan dapat memicu perusahaan swasta untuk masuk ke tanah Papua, sehingga akan meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

Bambang mengaku, meski antar-BUMN kerja sama kedua lembaga tetap dilakukan secara profesional dan terbuka, serta ditarget selesai dalam 15 bulan atau 450 hari sejak penandatanganan dilakukan.

“Kita tetap mengedepankan profesionalme dalam kerja sama ini, sehingga pasti ada target dalam pelaksanaan proyek pekerjaan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Dirut PT Barata Indonesia, Lalak Indiyono mengaku sangat mengapresiasi Perum Perhutani yang mempercayai PT Barata dalam kerja sama membangun wilayah Papua.

Ia optimistis, mampu melaksakan pekerjaan sesuai target dan perjanjian, serta diharapkan dapat terus berlanjut dalam kerja sama bidang lainnya.

Pembangunan Pabrik Sagu di Papua merupakan tindak lanjut dari program pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Provinsi Papua dikenal memiliki lahan sagu terluas di dunia, yakni dari total 2,5 juta ha lahan sagu di dunia, sedikitnya 50 persen atau seluas 1,25 juta berada di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Dengan adanya pabrik sagu, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, serta juga akan dijadikan sebagai ketahanan pangan secara nasional,” kata Indiyono

Jurnalis : Abdul Malik
Antara Jatim | 04 Desember 2013 | 19.53 WIB