Perhutani Peduli Bibir Sumbing 2013

Bisum Di PerhutaniBjn

Pelaksanaan Operasi Sumbing Bibir & langit-langit Oleh Tim Dokter Bedah dari yayasan Permatasari Semarang berjalan dengan lancar dan sukses. (DOC. Humas Bojonegoro @2013

 BOJONEGORO, PERHUTANI (22-24/11) Perhutani  Bojonegoro bersama Yayasan Permatasari Semarang, Pemkab Bojonegoro, Rumah Sakit Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro serta Polres Bojonegoro telah mengadakan kegiatan Bhakti Sosial operasi sumbing bibir dan langit-langit selama 3 hari.

Dalam pelaksanaannya sebelum dilakukan operasi para peserta  peserta operasi bibir sumbing CTEV-an awal (sceening) di Kantor Perhutani  Bojonegoro. Dari 26 pasien, 3 Pasien dari Kabupaten Banyuwangi, 2 pasien dari Kabupaten Jember dan 3 pasien dari Kabupaten Tuban serta 1 orang pasien dari Ds.Sumberkolak Kecamatan Panarukan Kabupaten Bondowoso bernama Idayani (35th) dikembalikan karena perlu penaganan agak lama.

Adapun Riyan Saputra berumur 6 bulan tidak perlu dilakukan operasi karena hasil opersi sebelumnya sudah bagus. Sementara satu orang pasien bernama Danar Wahyu Setyo berumur (11) karena kondisi fisiknya tidak memenuhi persyaratan   terpaksa belum bisa ditangani.

Jadi pasien yang dapat dilakukan tindakan operasi adalah 23 pasien.

Administratur Perhutani  Bojonegoro Anggar Widiyatmoko, SHut berharap dengan  diadakanya kegiatan Bhaksos Perhutani Peduli ini sedikit dapat  membantu meringankan beban penyandang cacat sumbing bibir dan langit-langit terutama masyarakat kurang mampu.  “Ini sebagai bentuk kepedulian kami untuk turut membantu masyarakat y6ang kurang mampu,” kata anggar saat dikonfirmasi humas Perhutani  Bojonegoro.

Ketua Yayasan Permata Sari Semarang Ir.Endang Sri Sarastri, SH, CN, MM, MBA saat acara penyerahan pasien berpesan untuk operasi langit-langit sumbing minimal berumur 18 bulan sampai 12 tahun karena diatas umur itu akan mengalami pendarahan yang banyak.  Ada beberapa hal yang mempengaruhi terjadinya sumbing bibir adalah kondisi lingkungan, kekurangan gizi dan faktor-faktor lain,mbung Endang.

Pada bagian lain Pembina Yayasan Permata Sari Semarang Dra.Hj.Rutriningsih, MSi mengungkapkan , awalnya kegiatan ini dalam 1 tahun hanya dapat melayani rata-rata 150 orang pasien, namun setelah bekerjasama dengan pihak pemerintah propinsi, Kabupaten, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Rumah Sakit Negeri maupun swasta saat ini rata-rata pertahun melayani pasien hingga 1000 orang pasien pertahun.

Bahkan, lanjut Ningsih  bulan Juni tahun 2013 kegiatan serupa bekerjasama dengan Perhutani Unit II Jawa Timur dan Polda Jatim melayani 63 orang pasien. Kegiatan ini akan terus dilakukan karena tidak terfasilitasi dalam program Jamkesda maupun Jamkesmas.  “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung kegiatan sehinggga kegiatan Bhakti Sosial di Bojonegoro terlaksana dengan baik”. Ucap wanita yang selalu aktif mendampingi kegiata bhaksos itu.   Sementara itu Kapolres Bojonegoro, AKBP Ady Wibowo, berharap agar  kegiatan semacam ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kepala rumah sakit Bhayangkara Bayu Dharma S dalam kegitan baksos kali ini memberikan pelayanan sangat baik dengan menyiapkan juga ruang rawat inap gratis pasca operasi bagi pasien.  Dalam operasi ini diikuti  8 orang dewasa dan 15 orang anak-anak. Pelaksanaan operasi berjalan lancar.

Hari pertama 11 orang pasien dapat dioperasi dengan baik dan 3 diantaranya harus rawat inap. Sedangkan dihari kedua dari 12 orang pasien 4 diantaranya harus rawat inap. Satu pasien dari Desa Sumber Arum Kecamatan Dander bernama Khoiri Melati Murni perlu perawatan insentif selama 3 hari baru diperbolehkan pulang karena sebelumnya pernah operasi langit-langit namun gagal (jebol).

Para keluarga  pasien mengaku senang dengan operasi gratis ini. Karena jika melaksanakan operasi sendiri biaya yang dibutuhkan sekitar Rp.30 juta untuk 2 kali tindakan operasi.

 (Humas Perhutani  Bojonegoro Markum diedit oleh : Dadang K Rizal)