Pabrik Gondorukem Akan Diresmikan

Bisnis Indonesia, SEMARANG — Perum Perhutani akan meresmikan pabrik pengolahan getah pinus atau gondorukem terbesar di Asia Tenggara pada akhir Januari 2014, setelah molor dari rencana semula Oktober 2013.

Plant Manager Proyek Derivat Gondorukem dan Terpentin (PDGT) Perhutani Teguh Satryanto mengatakan peresmian pabrik yang berlokasi di Pemalang, Jawa Tengah itu akan dikaji oleh anggota commisioning.

“Commisioning dijadwalkan mulai jalan 7 Januari ini, kemungkinan pada minggu ketiga atau keempat Januari sudah bisa diresmikan,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (7/1).

Peresmian pabrik yang groundbreaking pada 25 Juni 2012 tersebut mundur dari rencana semula, Oktober 2013. Pasalnya, pabrik terkendala lamanya waktu importasi mesin pendukung produksi.

Teguh menuturkan pabrik yang menyedot investasi sebesar Rp197 miliar tersebut mampu mengolah 24.500 ton getah pinus/tahun. Namun, pada tahun pertama, kapasitas produksi baru sebesar 70% dari ka pasitas terpasang.

“Kita perlu tata dulu bahan bakunya dari penyadapan sampai pabrik, supaya produksi bisa lancar. Saat ini bahan baku berasal dari delapan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Jateng dan didukung beberapa KPH pinus di Jawa Barat,” katanya.

Selain itu, pabrik derivatif terintegrasi ini mampu mengolah 17.000 ton terpentin/tahun menjadi empat produk turunan, yakni 4,8 ton alpha pinene/hari, 6,6 ton betha pinene/ hari, 1,6 ton limonen/hari, dan 4,1 ton karen/hari.

Pada 2013, Perhutani Unit I Jateng mampu memproduksi 40.886 ton getah pinus atau 82% dari target. Rendahnya produksi disebabkan oleh anomali cuaca dan tingginya curah hujan pada tahun lalu.

Gondorukem merupakan salah satu produk nonkayu unggulan ka rena nilai ekonomisnya yang tinggi, yakni berkisar US$2.000-13.000/ ton. Pendapatan perusahaan dari bisnis nonkayu tercatat mencapai Rp742,29 miliar pada 2013.

Pada kesempatan yang sama Henhen Suhendar, Kepala Seksi Humas Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah membukukan pendapatan senilai Rp1,64 triliun sepanjang 2013 lalu atau 101,86% dari target.

Dia mengatakan pada 2013 pendapatan Perum ditargetkan mencapai Rp1,61 triliun. Namun, realisasi penjualan kayu yang lebih tinggi 20% dari target turut mendongkrak pendapatan.

Jurnalis : Ana Noviani & Pamuji Trinastiti
Bisnis Indonesia | 08 Januari 2014 | Hal. 8