Perhutani Siapkan Lahan Relokasi Longsor Jombang

TEMPO Online, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Perhutani, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pemerintah pusat akan merelokasi sekitar 20 rumah warga yang masih berdiri di Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Jombang, Jawa Timur. Kebijakan relokasi ini untuk mencegah bencana serupa.

“Kami siap menyediakan lahan jika warga memang mau direlokasi,” kata Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang Denny Ermansyah, Kamis, 30 Januari 2014.

Denny mengatakan penentuan lokasi lahan relokasi bergantung pada kesediaan masyarakat serta hasil koordinasi dengan instansi terkait dan perangkat desa. “Harus disosialisasikan, dan jika warga bersedia baru ditentukan lokasinya,” ujarnya.

Di Desa Ngrimbi, Perhutani memiliki sejumlah lahan, baik hutan maupun tanah lapang. “Ada tanah lapang atau bukan hutan tapi milik Perhutani,” katanya. Lahan tersebut bisa saja dijadikan lahan relokasi.

Denny menegaskan perbukitan pohon jati yang longsor di Dusun Kopen bukan lahan Perhutani. “Itu tanah milik warga yang ditanami jati,” ujarnya.

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko menyatakan Pemkab akan merelokasi 20 rumah atau kepala keluarga yang masih tinggal di sekitar bukit yang longsor. “Kami tengah melakukan pendekatan ke warga agar mau direlokasi,” katanya.

Menurut dia, daerah setempat kurang layak dijadikan tempat tinggal karena berada di lereng maupun lembah perbukitan. Rata-rata kawasan perbukitan di dusun setempat ditanami pohon jati. Padahal kondisi bukit yang curam akan rawan longsor jika ditanami kayu-kayuan, termasuk jati.

Salah satu bukit di dusun setempat longsor, Selasa, 28 Januari 2014, dan menelan 14 korban jiwa. Tujuh di antaranya sudah ditemukan dan tujuh lainnya diduga masih tertimbun. Pencarian selama tiga hari belum menemukan seluruh korban.

Jurnalis : Ishomuddin
Tempo Online | 30 Januari 2014 | 10.24 WIB