Berusia Ratusan Tahun

Memasuki  kawasan TPK Perhutani Tuban seakan memasuki dunia lain. Itu karena tempat ini berada di tengah kawasan perkotaan dengan kebisingan dan polusi udara yang tinggi.

Sejengkal langkah ke selatan dari pagar pembatas kawasan ini adalah jalur nasional Tuban-Semarang yang padat. Asapnya hitam nan pekat. Sementara ketiga sisi yang lain dikelilingi kawasan pemukiman dan perkantoran yang padat.

Sepertinya, kawasan seluas 4.668 meter (m) ini sengaja disisakan untuk memperbaiki lingkungan kota. Subowo, staf pelaksana humas Perhutani Tuban mengakui kalau kawasan TPK sengaja ditanami puluhan jenis pohon peneduh untuk keseimbangan ekologi. Harapannya, tidak hanya menjaga kebersihan udara. Namun, memberikan efek pengurangan pemanasan global, ketersediaan air tanah, pelindung terik matahari, kehidupan satwa dalam kota, dan tempat rekreasi.

Pohon trembesi jumlahnya paling banyak, 21 batang. Usianya sekitar puluhan tahun. Bahkan, sebagian pohon lebih dari seratus tahun. Lingkar batang pohonnya saja ratarata tiga rangkulan orang dewasa. Pohon trembesi benarbenar mendominasi kawasan TPK. Itu karena tajuknya yang lebar dan lebat seperti payung raksasa.
Itu yang menjadikan kawasan ini teduh. Udaranya juga sejuk.

Selain trembesi, di kawasan TPK ini juga tumbuh 4 batang pohon sengon tua. Berikutnya 11 batang flamboyan, 5 batang mimbo, 18 batang jati, 3 batang akasia, dan 10 batang mangga.

Begitu teduh dan rindangnya kawasan ini menjadikan TPK Perhutani Tuban kerap jadi langganan kegiatan bernuansa lingkungan. Mulai dari studi alam yang diselenggarakan pramuka dan pelajar, outbond, lomba menggambar dan mewarnai bertema lingkungan, hunting model fotografi , dan kegiatan lain.

Subowo menegaskan, KPH Perhutani membuka lebar pintunya kepada masyarakat yang bermaksud menggunakan lahan TPK sebagai tempat kegiatan pendidikan lingkungan. (ds/wid)

Sumber  : Radar Bojonegoro, Hal. 36
Tanggal  :  21 Pebruari 2014

Tags: ,