Gua Putri Asih Belum Jelas Dibuka Kembali

MONTONG — Kurang dari tiga tahun dibuka untuk umum, gua Putri Asih di Desa Nguluhan, Kecamatan Montong kembali ditutup. Kondisi wanawisata ini pun mangkrak sejak 2006. Pintu masuk yang sebelumnya berpeneduh, kini tinggal kerangka besinya. Itu pun kondisinya sudah karatan.

Tak hanya itu. Tangga yang sebelumnya digunakan untuk keluar pengunjung juga putus.

Akses jalan menuju lokasi ini juga mulai rusak. Aspalnya mengelupas.

Tutupnya wanawisata ini disayangkan warga sekitar. Wiyantoro, 20, pemuda desa setempat, mengaku kecewa dengan tutupnya gua. Menurut dia, keberadaan tempat wisata tersebut bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar yang berjualan maupun membuka jasa parkir.

Adm Perhutani KPH Parengan, Daniel Budi Cahyono mengatakan, ditutupnya tempat wisata tersebut karena dinding gua berpontensi ambrol.

”Ke depan, pengelolaan ditangani divisi wisata perhutani yang berkantor di Surabaya,” ujar dia. Daniel tidak bisa memastikan kapan gua tersebut dibuka kembali. Meski sudah ditutup, gua ini masih bisa dikunjungi tamu tertentu. Seperti tamu negara. ”Mereka akan kita antar ke lokasi, namun bukan untuk kunjungan wisata,” tandas dia.

Terpisah, Kabag Humas dan Media Pemkab Tuban, Teguh Setyobudi menegaskan gua Putri Asih tetap dikelola Perhutani sendiri. Beberapa waktu lalu, UGM Jogjakarta mensurvei gua ini. Hasilnya, hingga kini belum diketahui.

Gua di belantara petak 30 Perhutani RPH Nguluhan, BKPH Mulyoagung, KPH Parengan ditemukan sekitar akhir 2002. Penemunya seorang pencari madu. Awalnya, dia menemukan sebuah lubang kecil berdiameter sekitar 40 cm. Lubang tersebut kemudian ditelusuri dan berbentuk lubang besar dan panjang.

Kali pertama ditemukan hanya terdapat dua ruang. Ruang tersebut layaknya tempat bertapa. Kini, jumlah total ruang yang ditemukan sekitar 9 ruang.

Diberi nama gua Putri Asih karena konon gua tersebut ditunggui seorang putri. Awal dibuka pada 2003, pengunjung membludak. Apalagi, ketika libur. Kondisi ini tidak berlangsung lama. Pada 2006 Pemkab Tuban menutup goa tersebut karena belum layak.

(aam/ds)

Sumber : Radar Bojonegoro
Tanggal : 11 Juli 2014

Tags: