Bangun Pabrik, Perhutani Jajaki Potensi Sagu di Papua

SORONG – Direktur Utama Perum Perhutani, Bambang Sukamanto menuturkan Indonesia berpotensi menjadi produsen sagu terbesar di dunia. Potensi itu terletak di Papua dengan hamparan pohon sagu sekitar 4,5 juta hektare.

Kualitas pohon asal Papua kata Bambang, cukup terkenal dengan julukan Sagu Raja, yang bisa menghasilkan tepung sagu hingga 900 kilogram per batang. Berbeda dengan pohon sagu di Malaysia yang rata-rata menghasilkan tepung sagu maksimal 250 kilogram per batang.

“Jadi kita bisa lebih mengembangkan sagu dibanding Malaysia, masa kita kalah,” ucap Bambang Sukamanto, saat meninjau pembangunan pabrik sagu milik Perhutani di Distrik Kais, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat, Kamis (4/9).

Karena itu, Perhutani tengah gencar memasuki bisnis pabrik sagu sebagai mesin pertumbuhan pendapatan bagi perseroan yang saat ini masih didominasi dari hasil penanaman kayu. Pihaknya mentargetkan pabrik tersebut bisa beroperasi tahun depan.

“Investasinya sekitar Rp 112 miliar dengan kapasitas 30.000 ton sagu per tahun. Pabrik ini kami targetkan mulai beroperasi pada Maret 2015. Sekarang proses pembangunannya sudah 60 persen,” terang dia.

Namun, potensi itu bisa dikembangkan bila pemerintah cepat membangun infrastruktur jalan dan listrik. Selain itu, pabrik sagu juga memerlukan ketersediaan dermaga sebagai pintu masuk bahan baku sagu sekaligus untuk pengiriman hasil produksi.

“Jika fasilitas tersebut disiapkan, maka dengan cepat Indonesia bisa menguasai pasar sagu dunia. Kami tidak akan sanggup kalau bangun semuanya sendirian. Kalau infrastruktur itu sudah jadi tugas pemerintah, bukan kami,” tandasnya. (chi/jpnn)

Sumber : www.jpnn.com

Tanggal : 4 September 2014