Holding BUMN Perkebunan Dibentuk Oktober 2014

Jakarta, Pelita – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memastikan Holding Company BUMN Perkebunan dan perusahaan induk Kehutanan diluncurkan pada 2 Oktober 2014.

“Sejak waktu peluncuran Holding Kebun dan Holding Kehutanan itu, maka keduanya resmi mulai beroperasi. Peluncuran dilakukan di Surabaya bersamaan dengan pelaksanaan Rapat Pimpinan Kementerian BUMN,” kata Dahlan Iskan di Jakarta, Kamis (25/9).

Menurut dia, persiapan yang dilakukan untuk membentuk holding sedang berlangsung tinggal menentukan neraca awal perusahaan induk. Pada 18 September 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) pembentukan Holding Company Perkebunan dan Holding Company Kehutanan.

Holding BUMN Perkebunan menyatukan 13 perusahaan, yaitu PT Perkebunan I-XIV dalam satu perusahaan dengan induk usaha PTPN III, sedangkan Holding BUMN Kehutanan dipimpin Perum Perhutani dengan anak usaha PT Inhutani I-V. Holding BUMN Perkebunan tersebut nantinya membawahi 13 perusahaan yaitu PTPN I-PTPN IV yang bidang usaha kebunnya beragam.

Pasca penerbitan PP tersebut ditindaklanjuti aksi korporasi lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), untuk menentukan perubahan anggaran dasar induk usaha, dan penyertaan modal dari masing-masing anak usahanya. RUPS itu antara lain memutuskan pengalihan dari negara ke PTPN III sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam PP tersebut.

Namun, Dahlan belum menyebutkan nama entitas bisnis dari Holding BUMN Perkebunan dan BUMN Kehutanan tersebut. Menurut data Kementerian BUMN, total asset ke-14 PTPN itu tahun 2014 dalam Rencana Keija Anggaran Perusahaan (RKAP) diproyeksikan sebesar Rp77,59 triliun, naik dari tahun 2013 sekitar Rp65,22 triliun.

Total penjualan pada 2014 diperkirakan mencapai Rp53,51 triliun dengan laba bersih ditargetkan sekitar Rp3,18 triliun turun dari Rp4,06 triliun pada tahun 2013.

Ada pun belanja modal (Capital expenditure/caperf seluruh PTPN tersebut pada 2014 mencapai sekitar Rpll,51 triliun, lebih rendah dari tahun sebelumnya Rp 16,34 triliun.

Sumber : Harian Pelita, Hal. 2
Tanggal : 26 September 2014

Tags: