Kemarau Saat yang Tepat Kejar Target Getah

Kejar Target

Dok.Kom-PHT/Pkb @2014

Slawi – Perhutani (30/9) –  Banyak cara bisa dilakukan untuk mengetahui dan melihat langsung kondisi lapangan, untuk menambah keakraban dan kebersamaan sekaligus membentuk karakter rimbawan Jujur, Peduli, dan Profesional dalam bekerja, salah satunya dengan kegiatan Trabas.

Trabas yang dilakukan Administratur diikuti Waka Adm, Kasi PSDH, Asper, KRPH sampai mandor lapangan merupakan cara yang tepat untuk mengetahui prestasi kerja sekaligus membangun karakter rimbawan Pekalongan Barat yang Jujur, Peduli, dan Profesional di bidang keamanan, persemaian, tanaman, pemeliharaan, tebangan, dan sadapan.

Belum lama ini Administratur Perum Perhutani Pekalongan Barat, Anton Fadjar Agung bersama tim trabasnya singgah dilokasi sadapan petak 14 RPH Igirklanceng BKPH Paguyangan. Rombongan bertemu dari dekat dua orang penyadap Darmo dan Rukin yang sedang melakukan pembaruan quare dan mandor sadap Nurafid. Ia menyempatkan diri untuk berdiskusi mengenai sadapan serta cara-cara melakukan sadapan yang benar. Disaksikan Waka Haris Setiana, Asper Bumijawa Slamet Rio, Asper Paguyangan Wahyudin dan anggota trabas yang lain.

“ Ini adalah moment yang tepat untuk kejar target, musim kemarau merupakan waktu yang tepat untuk mengejar produksi getah. Masih ada waktu sekitar tiga bulan kedepan untuk memacu produksi, namun harus tetap waspada mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan ayo tingkatkan semangat kerja kita,” kata Anton.

“Dukung kemauan dan greget penyadap yang sudah aktif nyadap, kita harus bisa mempertahankan semangat penyadap dengan mengawal dan menyediakan sarpra sadapannya. Setiap Asper harus menyediakan dana yang cukup untuk membayar getah mereka, jangan sampai tidak bisa membayar getah yang sudah disetorkan penyadap di TPG.” Kata Anton lebih lanjut.

Target produksi getah menurut RKAP 2014 adalah 9.236 ton. Sedangkan target NPS S/D Tri Wulan III sebesar 81% atau 7.481 ton dan realisasi sampai dengan I – September baru 5.093 ton atau 55%, masih kekurangan 2.388 ton (26%). Ini menempatkan KPH Pekalongan Barat Ranking ke 5. (Kom-PHT/Pkb/ Tofik).

Editor  :  Ruddy Purnama

@copyright 2014