Mojokerto Tingkatkan Keterampilan Mandor

perawatan hutan docPRMJK@2014 copyMOJOKERTO, PERHUTANI, (18/9) – “Perhutani Mojokerto senantiasa meningkatkan ketrampilan jajaran serta mengawal keberhasilan perawatan hutan tahun 2014”, hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pengelolaan SumberDaya Hutan Perhutani  Mojokerto, M Sabri Madjid saat pelaksanaan pelatihan perawatan (pemeliharaan) hutan di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kambangan, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngegreng,  petak 37 h, Kamis.

“Ketrampilan atau skill yang bagus, tidak salah dalam menentukan pilihan pohon yang dimatikan, tidak keliru dalam menebang, sehingga pada akhir daur dapat diperoleh tegakan tinggal yang optimal, merupakan keniscayaan bila dibarengi dengan penyegaran atau peningkatan kompetensi mandor tebang dan mandor Regu Kerja Penjarangan (RKP) seperti yang dilakukan saat ini”, tambah Sabri.

Tidak kurang 35 mandor tebang dan mandor RKP, Asper / KBKPH serta KRPH perwakilan dari masing-masing BKPH mengikuti penyegaran tersebut.

Sedangkan Kepala Seksi Perencanaan Hutan (KSPH) III Jombang, Tubagus Aep Syaifudin yang saat itu sebagai nara sumber mengingatkan agar konsep Rencana Teknik Tahunan (RTT) ditanggapi pada saat dua tahun sebelum pelaksanaan (T-2), jangan ditanggapi pada saat  satu tahun sebelum pelaksanaan  (T-1) ataupun pada saat tahun pelaksanaan (T-0). Harapannya, ke depan RTT agar lebih dicermati lagi.

Lebih lanjut KSPH III menjelaskan bahwa penjarangan merupakan salah satu tindakan silvikultur yang penting, hal tersebut bila dilaksanakan dengan benar akan meningkatkan produktivitas tegakan.

“Akan didapatkan pohon yang sehat, berbatang lurus, bebas cacat dan bertajuk normal, diperoleh kerataan tajuk pohon sehingga tidak ada bagian yang sangat rapat atau terbuka, diperoleh massa kayu tegakan tinggal yang bernilai ekonomis tinggi”, paparnya.

Perlu diingat dalam penentuan petak coba penjarangan (PCP) jangan sampai terjadi kesalahan karena berimplikasi kesalahan dalam tindakan silvikultur lanjutan dan kesalahan penentuan target produksi.  (PR Mojokerto / Eko Eswe)

Editor  : Dadang K. Rizal

@copyright 2014