Perhutani dan Pemerintah Provinsi Jateng Kembangkan Pertanian Terintegrasi

2014-9-22-Rdb-tanaman

Dok.Kom-PHT/Rdb @2014

RANDUBLATUNG, PERHUTANI ( 22/9 ) – Perhutani Randublatung dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Kembangkan Pertanian Terintegrasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat desa hutan. Optimalisasi pemanfaatan lahan kawasan hutan untuk tanaman pangan dan tanaman dibawah tegakan kedepan akan dilakukan bersama – sama antara Pemerintah daerah Provinsi jawa Tengah melalui satuan Kerja Pemerintah daerah ( SKPD) terkait. Senin.

Masyarakat yang tergabung dalam Lembaga masyarakat Desa Hutan ( LMDH ) terus dilakukan melalui perencanaan pertanian terintegrasi.

Administratur Perum Perhutani Randublatung, Herdian Suhartono melalui Kepala Sub Seksi Pengelolaan utan Bersama Masyarakat dan Bina Lingkungan Achmad Puspita mengatakan bahwa upaya yang dilakukan oleh Perhutani dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut bertujuan untuk mendorong dan mendukung terwujudnya program kedaulatan pangan di dalam kawasan hutan maupun luar kawasan hutan melalui penerapan sistem pertanian terpadu.

“Upaya tersebut diawali dengan pendataan awal tentang komoditi apa yang sesuai untuk masing – masing Desa hutan , sehingga nanti akan diketahui jenis komoditi yang akan ditanam dalam wilayah desa hutan tersebut, untuk Perhutani Randublatung akan di lakukan di dua Desa yaitu Desa Ngliron Kecamatan Randublatung dan Desa semanggi Kecamatan Jepon , dimana kedua wilayah tersebut masuk dalam Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan ( BKPH ) Ngliron yaitu di Petak 66a seluas 33,2 Ha untuk komoditi tanaman padi, sedangkan petak 18 a seluas 11,1 Ha akan dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman jagung” jelasnya.

Program Pertanian terintegrasi tersebut direncanakan sampai dengan tahun 2019, adapun kegiatan akan dilaksanakan di seluruh Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah yang berjumlah 20 KPH.

“Untuk tahap pertama pada Tahun 2014 kegiatan akan dilaksanakan di 4 KPH yaitu KPH Randublatung, Cepu, Pati dan Banyumas Timur yang masuk dalam wilayah Kabupaten Blora, Pati dan Banyumas, sedangkan Pengembangan Pertanian terintegrasi tersebut didukung oleh SKPD lingkup pertanian Provinsi Jawa Tengah,” Kata Achmad Puspita. ( Kom-PHT/Rdb – ANDAN.S)

Editor : Dadang K Rizal
@copyright 2014

Tags: