Perhutani Telawa Kunjungi Klon Unggul Kayu Putih Perhutani Mojokerto

Std Banding Ky Putih Unggul KPH Telawa doc PRMJK@2014MOJOKERTO, PERHUTANI (13/9) – Perhutani Telawa kunjungi klon unggul tanaman Kayu Putih Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Perhutani ke petak 62 t, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sidodadi, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngimbang, KPH Mojokerto, Sabtu.

70 karyawan dan anggota LMDH Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa ingin memperoleh informasi dan melihat dari dekat pengembangan tanaman Kayu Putih klon unggul.

Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Perhutani telah melaksanakan uji coba klon kayu putih unggul bibit hasil stek pucuk dan benih unggul memperoleh rendemen minyak kayu putih di atas 1%.

Hasil pemangkasan pertama klon unggul kayu putih diperoleh biomasa 8 sampai 11 kg daun pada umur satu setengah (1.5) tahun. Sedangkan pada klon kayu putih unggul umur dua setengah (2.5) tahun diperoleh biomasa 20 kg daun kayu putih.
Padahal pada tanaman rutin kayu putih umur empat (4) tahun diperoleh rerata biomasa 7.1 kg daun kayu putih.

Hal tersebut menginspirasi jajaran Perhutani Telawa untuk melihat dari dekat jenis-jenis tanaman kayu putih yang direkomendasikan Puslitbang SDH karena keunggulan dan segala kelebihannya dibanding jenis yang selama ini telah ditanam di wilayah Perhutani.

Wakil Administratur Telawa, Yan Efren menyatakan bahwa diadakannya studi lapangan di petak uji coba kayu putih klon unggul Perum Perhutani KPH Mojokerto, Divisi Regional Jawa Timur, tujuannya agar lebih paham, bisa mengelola dan menerapkan pola dan teknis tanaman kayu putih jenis unggul di KPH Telawa. “Mengingat di KPH Telawa, juga mempunyai klas Perusahaan Kayu Putih cukup luas yang dikembangkan di tiga wilayah BKPH.

Sementara Wakil Administratur Mojokerto Barat, Agus Sulthoni yang saat itu didampingi Kasi PSDH Mojokerto, Sabri Madjid, mengatakan bahwa juka diilihat dari hasil panen perdana belum lama ini, pengembangan kayu putih klon unggul, sangatlah prospektif dan menjanjikan.

“Karena tidak perlu menunggu empat tahun, pada usia lebih muda, jenis unggul ini sudah bisa dipungut daunnya, disamping hasilnya juga luar biasa”, tambah Agus.

Masih menurut Agus Sulthoni; pengelolaan kayu putih klon unggul ini merupakan bentuk informasi sekaligus sosialisasi kayu putih unggul hasil pemuliaan pohon dan bagian dari upaya penanganan tenurial dengan tanaman kayu putih serta upaya strategis pengembangan potensi besar hasil hutan non kayu untuk mendukung revitalisasi industri yang tengah dikedepankan Perum Perhutani saat ini ke depan.

Selain melihat dari dekat tanaman kayu putih klon unggul dan paparan juga dilaksanakan diskusi menarik yang antusias diikuti oleh peserta studi lapangan.
(PR Mojokerto / Eko Eswe)

Editor  :  Dadang K Rizal

@copyright 2014