Mencintai Lingkungan dengan “Gila Jepret”

gila jepret mojokertoMOJOKERTO, PERHUTANI (26/10) – Belajar mencintai alam dan budaya dapat dilakukan dengan cara unik dan menyenangkan. Seperti kegiatan Komunitas Fotografi Mojokerto bersama Perhutani Mojokerto menggelar kegiatan fotografi yang diberi label “Gila Jepret” bertempat di Tempat Penimbunan Kayu Perhutani, Trowulan, Mojokerto, Minggu.

Tak kurang 140 fotografer yang berlatar berbagai profesi dari wilayah Malang, Surabaya, Jombang dan Mojokerto mengikuti event edukasi cinta budaya dan lingkungan tersebut. Bahkan Komandan Kodim 0815 Mojokerto, Letkol ARM Putranto Gatot Sri H, S.Sos. terlibat didalamnya.

Gatot mengaku sangat mendukung acara semacam ini. Sebab dapat menanamkan benih cinta lingkungan dan budaya dalam diri kita sendiri, keluarga dan anak-anak sejak dini. Ke depannya, perlu diadakan event lanjutan di lokasi Perum Perhutani yang begitu beragam.

Upaya menjaga Lingkungan Hidup dapat dilakukan oleh siapapun tanpa terkecuali. Memperlihatkan foto-foto yang “apik” tentang lingkungan hidup adalah bagian dari upaya yang dapat kita lakukan untuk merawat bumi kita tercinta. “Utamanya untuk anak-anak agar belajar mencintai alam lingkungannya sejak dini”, ujar Gatot.

Sedangkan Roul Amru, salah seorang peserta yang juga seorang Protokoler Pemkab Mojokerto mengatakan; event minggu ini merupakan salah satu perwujudan rasa cinta lingkungan dari beberapa komunitas fotografi. Acara yang digawangi oleh pecinta fotografi Mojokerto (Gila Jepret) ini sengaja menampilkan beberapa obyek manusia dengan berbagai karakter pewayangan dengan latar belakang suasana tempat penimbunan kayu yang begitu eksotik. Peserta diberikan kebebasan untuk mencari obyek yang ada. Selain sebagai latihan unjuk gigi, ajang ini merupakan batu loncatan bagi Komunitas untuk mengenalkan sadar cinta lingkungan pada peserta “Gila Jepret”.

Event yang pertama kali diadakan ini di harapkan dapat menjadi gerbang pembuka bagi ajang selanjutnya yang rencananya akan dijadikan sebagai salah satu media kampenye Cinta Lingkungan dan budaya. (Kom. PHT Mojokerto / Eko Eswe)

Editor :  Dadang K Rizal

@copyright 2014

Tags: