Dekat Surga, Pandai Ngemong

Bekerja di Perhutani itu dekat dengan surga. “Kenapa? Sebab, kita menanam setiap tahun. Itu amal jariyah karena oksigen tanaman dinikmati orang seluruh dunia, bukan hanya Indonesia. Selama oksigen dinikmati maka kita mendapat pahala,” ujar Mustoha.
Itulah yang sering disampaikan Mustoha kepada para insan Perhutani agar tetap semangat menanam dan menjaga hutannya. Itu artinya, kata direktur utama Perum Perhutani itu, Perhutani haruslah memosisikan dirinya menjadi perusahaan yang siap selalu melayani. Merujuk pada diri Mustoha yang mengaku menerapkan kepemimpinan ke-bapakan, setiap individu harus pandai ngemong.

Dalam memimpin, Mustoha juga selalu menanamkan nilai-nilai kejujuran. Pasalnya, sosok jujur di negeri ini, menurut dia, sudah sangat langka. Bagi Mustoha, seseorang dinilai bukan dari kepintarannya semata. Sepintar apapun seseorang, jika tidak jujur, maka kepintarannya akan habis untuk menutupi ketidakjujurannya.

“Lebih baik bodoh tapi jujur. Orang pintar nggak jujur bisa bahaya,” ungkapnya.

Jujur, profesional, dan peduli (JPP) inilah yang terus digeber Mustoha. Kontrol diri setiap pegawai penting, karena sebagai pemilik konsesi hutan yang luas, pengawasan satu per satu pegawai sulit dilakukan.

“Kalau nggak dibangun dengan nilai kejujuran akan sulit tumbuh,” pungkas bapak dua anak yang hobi membaca ini.

(lum)

Sumber  : Indopos
Tanggal  : 4 Januari 2015