Kakek Renta Bersepeda Keliling Indonesia

USIANYA yang sudah senja, tak menyurutkan niat baik Jaya Prawira (71), warga Banjarmasin, Kalimantan, berkeliling Indonesia. Hanya ingin bertemu dengan kawan-kawannya waktu sekolah di Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA), dia rela ngonthel sepeda.

Ya, Kakek yang sudah memiliki 12 cucu dari tujuh anak itu alumnus SKMA angkatan 1964. Dia memulai perjalanannya dari Banten pada 22 September 2014 lalu. Dipilihnya Banten sebagai lokasi start lantaran kota tersebut merupakan tanah kelahiran kakek yang lahir 4 Agustus 1943 silam. Dari Banten mulai mengayuh menuju kantor Gubernur Banten.

“Di sana, saya gagal bertemu dengan Ibu Atut (Gubernur Banten-red) karena sedang ada masalah. Adapun dengan Pak Rano Karno (wakil Gubernur Banten-red) waktu itu juga sedang ke Korea Selatan,” kata Kakek yang lebih akrab disapa Andik SKMA ’64 saat mampir sarapan di warung pecel Mbah Siran, Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Kamis (29/1).

Andik hanya mengandalkan ponselnya untuk melacak temantemannya. Dari ponsel tersebut terdapat daftar nama-nama alumni SKMA. Di samping itu, dia rela melalui rute yang berputar-putar hanya untuk menghampiri kota/ kabupaten tempat alumninya singgah. Ada 139 kota/kabupaten se- Indonesia yang menjadi daftar kunjungannya.

Dalam setiap rutenya dia juga tidak mau melewatkan kota yang sudah masuk dalam daftar. “Untuk sekarang saja, saya sudah disuruh teman-teman untuk langsung ke Jogja. Ya, saya katakan, tidak bisa karena Jawa Tengah belum saya habiskan. Untuk ke Grobogan saja saya lewat Blora setelah melewati rute Demak, Jepara, Kudus, Pati, dan Rembang,” ujarnya.

Berbekal Sekadarnya

Selama perjalanan dia hanya berbekal alat tambal ban, pompa angin, kunci pas, sleeping bed, dan baju ganti seperlunya. Masalah mengisi perut, dia beli di warungwarung pinggir jalan sembari istirahat dan melemaskan otot-ototnya yang lelah. “Kalau tangan mulai kesemutan saya cari warung-warung dipinggir jalan yang teduh dan ada tempat lesehannya.

Sambil istirahat, saya lenturkan kembali kaki dan tangan agar bugar kembali. Sehari saja saya bisa habis dua buah kelapa hanya untuk mengembalikan stamina,” jelasnya. Dalam misinya mengunjungi teman-teman sekolahnya itu, Andik harus membuat perjanjian dengan keluarganya. Yakni, kalau capek harus segera balik pulang.

Namun, dirinya tetap mendapat dukungan dari keluarga dan alumni SKMA. Selain mengunjungi teman sekolahnya, dia selalu mampir ke Dinas kehutanan, Perum Perhutani, kantor Bupati/Gubernur/ Walikota dan Kantor DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi di setiap daerah yang dikunjungi. Di sana, dia meminta cap sebagai bukti, dirinya sudah melewati daerah tersebut. (zul-64)

Sumber  : Suara Merdeka
Tanggal  : 30 Januari 2015