Lestarikan Hutan lewat Cross Country

KOTA BATU — Program Cross Country Bareng Sam ER yang digagas Jawa Pos Radar Batu bersama Wali Kota Batu Eddy Rumpoko di kawasan Coban Talun, pagi kemarin sukses besar.
Sukses dilihat dari jumlah peserta yang menembus sekitar 500 orang dan sukses karena misi ikut menjaga kelestarian hutan tercapai. Para tokoh penting di Batu ikut berpartisipasi di event yang bakal menjadi agenda rutin tersebut. Di antaranya Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

Hadir pula Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Administratur (Adm) Perum Perhutani KPH Malang Ir Arief Herlambang, Ketua DPRD Batu, Cahyo Edi Purnomo, Direktur Jawa Pos Radar Malang Kur niawan Muhammad, Kepala Desa Tulungrejo Suliono, anggota DPRD Kota Batu, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Tu lungrejo, masyarakat Desa Tulungrejo, hingga warga Malang Raya.

Selama melewati rute jalan kaki sejauh dua kilometer tersebut, para peserta diajak keliling hutan milik Perum Perhutani KPH Malang. Mereka melihat keindahan alam dan menghirup udara segar di hutan yang berada di dataran tinggi yang masuk Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji itu. “Kami ingin kenalkan kepada masyarakat tentang hutan yang ada di Kota Batu. Kami ajak peserta ikut peduli dan menjaganya untuk anak cucu kita kelak,” kata Eddy Rumpoko.

Selama dalam perjalanan yang menanjak dan licin, Eddy pun juga mengajak peserta melakukan tanam pohon di kawasan hutan. Ada 50 pohon jenis mahoni setinggi 3 meter yang ditanam. Selesai melakukan penghijauan, para peserta pun diajak ke kawasan pertanian yang ditanam dengan pola tumpang sari. Di bawah pohon pinus terdapat hamparan tanaman wortel yang siap panen. Wortel merupakan sayuran yang banyak dihasilkan petani di Kota Batu dan ditanam dengan pola organik. Di lokasi tersebut peserta juga diajak untuk panen wortel organik.

Tujuannya yaitu mengenalkan manfaat pertanian organik. “Banyak keuntungan bagi petani yang mau menanam tanaman organik. Lahannya akan tetap subur serta kualitas pertaniannya juga bagus. Dan sekarang ini kami berupaya untuk mengembalikan kesuburan tanah di Kota Batu dengan pola tanam organik,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini. Selesai panen raya, pria yang akrab disapa Sam ER ini pun mengajak peserta menuju ke kawasan rehabilitasi lutung Jawa yang mulai punah. Di tempat tersebut, peserta mendapat penjelasan dari Iwan Kurniawan, Project Manager, Java Langur Center Coban Talun. Peserta diajak keliling lokasi rehabilitasi yang berada di lahan seluas 4 hektare itu.

Melihat secara dekat kondisi lutung Jawa hasil sitaan maupun penyerahan dari masyarakat. “Di sini juga ada edukasi mengenai hewan asli Jawa. Dan bisa menjadi tempat pembelajaran,” ungkap suami dari Dewanti Rumpoko ini. Setelah melihat kawasan rehabilitasi lutung Jawa, peserta pun menuju panggung hiburan.

Dengan diiringi musik balada, peserta juga bisa menikmati sarapan pecel disusul MoU antara Perum Perhutani KPH Malang dengan Pemkot Batu tentang pengelolaan hutan di Coban Talun. Terpisah, Adm Perum Perhutani KPH Malang Ir Arief Herlambang menjelaskan, kawasan hutan di Kota Batu mencapai 6.000 hektare.

Sebanyak 150 hektare berada di Coban Talun. 50 hektare di antaranya milik Perhutani KPH Malang. Sisanya milik Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Perum Perhutani Unit II Jatim. Sedangkan kawasan hutan yang dikelola Perhutani KPH Malang memiliki kondisi yang bagus. Sehingga dapat dikelola dengan konsep yang matang. Selain itu, juga bisa dikembangkan dan ditata lebih bagus. “Bukan hanya wisata, tapi pertanian, peternakan, dan perikanan bisa dikonsep lebih bagus untuk menjaga kondisi hutan tetap terjaga serta terawat dengan baik,” urai Arief.

Terpisah Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad melihat ada tiga manfaat yang didapat saat ikut Cross Country Bareng Sam ER. Di antaranya, menyehatkan tubuh karena berjalan kaki di kawasan yang segar dan sejuk dengan pemandangan alam yang masih terjaga. Yang kedua menambah persaudaraan karena banyak kenal berbagai lapisan masyarakat. Sebab, selama perjalanan juga terbangun komunikasi yang sangat baik.

Yang ketiga, para peserta berkesempatan melihat keindahan alam di Coban Talun. Ini bukti coban masih dirawat dengan baik oleh Perhutani, Pemkot Batu, dan masyarakat. “Ini lang kah positif yang patut dicontoh. Dan event ini membawa banyak ilmu dan manfaat bagi para peserta yang ikut,” ungkap Kurniawan Muhammad. (asa/c2/bb)

Sumber : Radar Malang

Tanggal : 5 Januari 2014