Taman Safari Jateng Akan Segera Dibangun

PROYEK Pembangunan Taman Safari Jawa Tengah atau Jateng Park akan segera terealisasi setelah ada kesepakatan antara pemerintah provinsi dan investor.

“Direncanakan pertengahan 2015 sudah dimulai pembangunan fisiknya,” kata Sekda Jateng, Sri Puryono, seusai pembahasan Jateng Park dengan Direktur Utama Perum Perhutani Mustoha Iskandar, di kantor gubernur, kemarin.

Menurutnya, saat ini sedang menuju proses penandatanganan kesepakatan atau memorandum ofunderstanding (MoU). MoU akan dilakukan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Dirut Perum Perhutani Mustoha Iskandar, dan Bupati Semarang Mundjirin.

“Pekan ini draf MoU kita selesaikan. Kita jadwalkan 30 Januari penandatanganan di Jakarta,” katanya.

Setelah MoU, kata dia, para pihak akan membahas lebih detail konsep pengembangan lahan Perhutani di Wana Wisata Penggaron, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang. Konsep itu menyangkut wilayah pengembangan Jateng Park, apakah ‘ hanya berupa kebun binatang ataukah disertai fasilitas pendukung lain.

Jika itu mengacu pada cons sexual, Jateng Park digadang-gadang sebagai one stop destination for recreation. Sebab, selain wisata alam serta taman satwa dan safari, juga terdapat wisata kuliner, lapangan golf, hotel, waterpark jogging track, playground, outbound, camping ground, penangkaran satwa, downhill track, sirkuit, bahkan off road.

Pada bagian lain, Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, membuka peluang bagi pihak swasta yang ingin terlibat dalam pembangunan Kebun Raya Batam dengan membangun fasilitas pariwisata di sekitar lokasi konservasi itu.

“Kami tidak menutup kerja sama untuk swasta yang ingin ikut terlibat dalam kebun raya, tapi tentu ada rambu-rambunya,” kata Kepala Dinas Tata Kota Batam, Gintoyono Batong, di Batam, kemarin.

Ia menyebutkan peraturan yang memungkinkan pemerintah menggandeng pihak swasta dalam mengembangkan Kebun Raya dengan beberapa ketentuan. Misalnya, konsesi setelah pengelolaan bertahun-tahun dan swasta mendapatkan keuntungan, maka kemudian bangunan itu menjadi milik pemerintah. “Setelah mereka mendapat hasil, bisa jadi milik negara,” katanya.

Gintoyono mengakui sudah ada pengusaha yang mendatanginya dan mengungkapkan keinginan untuk terlibat dalam pembangunan Kebun Raya tersebut.

Sumber  : Media Indonesia
Tanggal : 13 Januari 2015